Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemilik feri maut Kiribati diselidiki
  • Jumat, 09 Februari 2018 — 11:48
  • 625x views

Pemilik feri maut Kiribati diselidiki

Para penumpang sudah mendengar suara keras atau retak dan menyadari bahwa kapal feri tersebut mulai retak saat Pulau Nonouti masih terlihat di depan mereka, mereka semua memohon kepada sang kapten untuk kembali ke daratan namun tangisan mereka diabaikan.
Beberapa korban selamat Kapal Feri Butiraoi tidak lama setelah ditemukan - RNZI/[email protected]
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Tarawa, Jubi - Pihak Kepolisian di Kiribati telah menyita paspor pemilik kapal feri yang menewaskan lebih dari 90 orang di pulau terpencil di negara tersebut.

Kapal Feri Butiraoi lenyap setelah meninggalkan Nonouti pada tanggal 18 Januari, dan tujuh korban selamat ditemukan hanyut dalam sebuah perahu kayu seminggu kemudian

Menurut laporan Newshub polisi juga telah menyita semua catatan pemeliharaan kapal tersebut.

Pemilik feri Butiraoi, Kirennang Tokiteba, telah diperintahkan untuk tetap tinggal di negara tersebut sementara pihak berwenang menyelidiki bencana itu.

Tokiteba mengakui sebagai operator feri itu dia bertanggung jawab atas kelayakannya, namun dia tidak dapat mengerti mengapa kapten yang mengendalikan feri itu  membawa penumpang padahal itu bertentangan dengan perintahnya.

Tokiteba menunjukkan bukti dokumentasi kepada Newshub yang membenarkan bahwa kapal tersebut layak berlayar pada saat ia tenggelam.

Baca Feri di Kiribati belum ditemukan, 22 anak sekolah hilang

Dokumen-dokumen tersebut juga mencatat bahwa feri tersebut tidak memiliki izin untuk membawa penumpang.

Kapal feri Butiraoi juga membawa 35 ton kelapa, jauh melebihi batas maksimum kargonya.

Sebelumnya beredar laporan dari korban selamat bahwa para penumpang feri telah memohon kepada kapten itu untuk kembali ke pelabuhan saat mendengar ledakan dibawah feri. Desakan mereka  lalu diabaikan.

Tujuh korban selamat ditemukan tiba di pulau terbesar di negara itu, Tarawa, satu minggu setelah kapal tersebut meninggalkan Nonouti, dan mereka segera diantar ke rumah sakit untuk perawatan fisik dan psikiatri.

Editor Radio Kiribati, Rikimati Naare sempat mewawancarai beberapa korban yang selamat dan mengatakan bahwa para penumpang sudah mendengar suara keras atau retak dan menyadari bahwa kapal feri tersebut mulai retak saat Pulau Nonouti masih terlihat di depan mereka, mereka semua memohon kepada sang kapten untuk kembali ke daratan namun tangisan mereka diabaikan.

Para penumpang yang selamat bertahan hidup dari satu kantong kelapa dan setelah pasokan kelapa habis, mereka mencoba untuk desalinasi air laut dalam wadah plastik.

Hingga kini puing kapal itu belum ditemukan dan semua penumpang yang hilang diduga tenggelam, kata Naare.(RNZI)

 

loading...

Sebelumnya

Ancaman kontaminasi Sianida di Kepulauan Solomon

Selanjutnya

Komunitas bersama Pasifik bukan kepentingan strategis global Australia saat ini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32871x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8918x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6425x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5707x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5579x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe