Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Anggota LMR RI bersihkan sampah di pasar Pharaa
  • Jumat, 09 Februari 2018 — 16:46
  • 280x views

Anggota LMR RI bersihkan sampah di pasar Pharaa

Imam Syafii mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membangun pos-pos pengendali pembuangan sampah di pasar terbesar di daerah ini. Kalau tidak demikian, menurutnya, akan semakin parah kondisi pasar apabila dipenuhi dengan sampah.
Tumpukan sampah di jalan masuk pasar Pharaa Sentani yang sedang dibersihkan anggota LMR-RI - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Komandan Lembaga Missi Reeclaseering Republik Indonesia (LMR-RI) Daerah Papua, Imam Syafi'i, mengatakan kebersihan lingkungan dari tumpukan sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk membersihkan sampah yang menumpuk di areal pasar dan di tempat-tempat umum, sesungguhnya membutuhkan kesadaran setiap orang. Ketika kita tidak merasa bahwa perlu adanya lingkungan yang bersih dan nyaman, sudah pasti sampah kita akan dibuang dimana saja bahkan bisa jadi di depan rumah kita sendiri.

"Ini kan aneh. Bilang bau sampah sangat menyengat. Sementara yang cium bau sampah adalah yang membuang sampah sendiri. Oleh sebab itu, kalau tidak mau cium bau sampah, sampahnya dibuang pada tempatnya tanpa ditumpuk-tumpuk di depan rumah atau halaman," kata Imam Syafi'i, saat ditemui Jubi di pasar Pharaa Sentani, saat bersama anggotanya membersihkan tumpukan sampah di pasar tersebut, Jumat (09/02/2018).

Dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membangun pos-pos pengendali pembuangan sampah di pasar terbesar di daerah ini. Kalau tidak demikian, menurutnya, akan semakin parah kondisi pasar apabila dipenuhi dengan sampah.

"Sebagai organisasi kemasyarakatan, kami juga wajib membantu meringankan pekerjaan pemerintah daerah. Masa kita yang buang sampah lalu pemerintah yang harus bersihkan setiap hari. Ini kan cerita tidak benar. Oleh sebab itu, saya mengajak semua warga masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan hal ini dengan serius," ujarnya.

Arif, seorang pedagang kelontong yang berjualan dekat jalan masuk pasar Pharaa, mengatakan biasanya sampah ditumpukan dekat pintu masuk saat sore hari, saat pasar akan tutup.

"Nanti setelah pedagang selesai berjualan, semua sampah dari sisa-sisa jualan atau tempat alas jualan dibawa ke jalur pintu masuk ini. Setiap hari dan jarang sekali ada petugas yang mau membersihkan. Akhirnya jadi tumpukan besar dan menimbulkan bau tidak sedap. Padahal di samping jalan masuk ini ada warung makan, ada toko kelontongan, ada juga mama-mama Papua yang berjualan tepat di pintu masuk. Kasihan juga," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Jayapura tunggu informasi panitia besar PON 

Selanjutnya

Bupati Jayapura: Pelayanan publik dan percepatan pembangunan harus prima 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4723x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2771x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2667x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe