Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Masuk daftar daerah rawan, Lanny Jaya yakin aman saat Pilkada 2018
  • Jumat, 09 Februari 2018 — 17:08
  • 1212x views

Masuk daftar daerah rawan, Lanny Jaya yakin aman saat Pilkada 2018

"Memang benar hal tersebut, namun kami dari pemerintah daerah berharap Pilkada mendatang tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Semua orang di Papua mau Pilkada berjalan aman dan nyaman, termasuk kami di Lanny Jaya," katanya.
Ilustrasi Pilkada di Papua - Jubi/Dok.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pelaksanaan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 2018 di Papua menjadi perhatian khusus Mabes Polri. Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Papua dan Kalimantan Barat menjadi rawan konflik selama Pilkada. Alasannya, selain menjadi lumbung suara yang besar, Pilkada Papua sarat dengan permasalahan suku, agama, ras, dan antar golongan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Lannny Jaya, Christian Sohilait kepada Jubi, Kamis (08/02/2018) malam di Jayapura mengatakan, memang dari peta konflik yang dikeluarkan oleh Mabes Polri maupun Polda Papua, Kabupaten Lanny Jaya merupakan salah satu kabupaten yang rawan konflik pada saat pesta rakyat tersebut.

"Memang benar hal tersebut, namun kami dari pemerintah daerah berharap Pilkada mendatang tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Semua orang di Papua mau Pilkada berjalan aman dan nyaman, termasuk kami di Lanny Jaya," katanya.

Selain itu, dirinya cukup menyayangkan ada isu yang dikembangkan, bahwa Bupati Lanny Jaya membiayai para separatis di Lanny Jaya dengan menyuplai persenjataan.

"Saya mau klarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar. Kami di sana (Lanny Jaya) cukup dilema dengan hal tersebut. Satu sisi, mereka itu adalah rakyat kami. Saya juga sudah perintahkan kepada aparat keamanan bahwa apabila ada masyarakat kami yang melanggar hukum maka segera ditindak. Namun kalau mereka bercocok tanam dan hidup bersama dengan masyarakat masa kita harus menangkap mereka," ujarnya.

Sebelumnya Kapolda Papua, Irjen Polisi Boy Rafli Amar menyebutkan, ada empat daerah yang menjadi daerah rawan konflik di Papua yaitu Kabupaten Puncak, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Puncak Jaya. Dan pihaknya telah menyiapkan 11 ribu personil untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada nanti. Jumlah ini akan ditambah sekitar tujuh kompi personil Brigade Mobil (Brimob) yang didatangkan dari sejumlah daerah.

"Kami minta Mabes menentukan tambahan yang akan membantu. Tim BKO ini akan ditempatkan di lokasi rawan kelompok kriminal bersenjata," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kapan korban pelanggaran HAM mendapat keadilan?

Selanjutnya

Kadepa: Untuk HAM, Jokowi saya beri kartu merah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe