Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Salur bantuan, Dinus Wanimbo: Kader gereja wajib sukseskan HUT GIDI
  • Jumat, 09 Februari 2018 — 21:51
  • 1298x views

Salur bantuan, Dinus Wanimbo: Kader gereja wajib sukseskan HUT GIDI

Khususnya HUT GIDI ke 55 ini, pokok pergumulan doa dan puasa para pendeta adalah pemulihan Tolikara. Pemulihan dari berbagai persoalan politik yang mempengaruhi hubungan kekeluargaan dan hubungan antar sesama jemaat Tuhan.
Wakil Bupati Tolikara Dinus Wanimbo saat menyerahkan bantuan bama dan uang tunai dan diterima oleh Ketua GIDI Wilayah Toli Pdt. Nayus Weya di Karubaga, Tolikara. - Jubi/Lantipo
Yuliana Lantipo
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Karubaga, Jubi - Puluhan pria bertubuh kecil dan hampir memutih seluruh rambutnya, dengan menebar senyum lebar bergantian memikul bersak-sak beras “bulog” dari tiga truck ke halaman Aula Gereja GIDI di Karubaga, Kamis (8/2/2018) siang.

Di samping tumpukan beras, juga terdapat beberapa karton berisi bermacam-macam bahan makanan instan. Tak jauh dari situ, di sebuah meja terletak seikat uang “merah”.

“Ini sejarah pertama di Tolikara,” ujar Pendeta Nayus Weya kepada Jubi di sela-sela penerimaan bantuan bama dan dana untuk 25 klasis Jemaat GIDI di wilayah Toli.

Wajah yang berseri dari para pendeta saat bergotong royong mengangkat puluhan ton beras tersebut, dijelaskan Nayus, karena rasa gembira untuk mendukung suksesnya peringatan HUT GIDI ke 55 tahun pada 12 Februari 2018 nanti.

Menurut Nayus yang juga Ketua GIDI Wilayah Toli tersebut, mendapat bantuan dari pemerintah daerah serta para kader gereja memang bukan hal yang baru. Setiap tahun selalu ada bantuan untuk peringati HUT gereja yang lahir dari wilayah Toli tersebut. Hanya ada sedikit perbedaan yang membuat peringatan HUT tahun ini istimewa.

“Bantuan bukan hanya sekarang, setiap tahun mereka berikan bantuan tapi khusus sekarang ini, istimewa, karena bantuan diberikan secara terbuka langsung di depan hamba Tuhan. Seperti ini yang belum pernah dilakukan. Jadi, ini bisa dibilang baru pertama kali selama ada pemerintahan Tolikara,” kata Pdt. Nayus di halaman komplek GIDI Karubaga.

Menurut Pdt. Nayus, pada tahun-tahun sebelumnya, bantuan-bantuan untuk gereja disalurkan melalui pihak ketiga dan penyalurannya dinilai terkesan “tidak jujur”.

“Sekian tahun itu bantuan lewat kepala-kepala distrik, tidak langsung. Kami tidak terima lengkap seperti sekarang begini,” ucapnya.

Wakil Bupati Tolikara Dinus Wanimbo, usai menyalurkan bantuan, mengatakan bama dan uang tunai tersebut diberikan atas nama pribadi Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo. Bagi Dinus, penyerahan bantuan secara langsung diberikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti laporan-laporan yang diterimanya.

“Kami sudah dengar laporan, dan kami tidak mau itu terjadi lagi jadi sengaja kami atas nama pribadi Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo membantu secara langsung. Ini tidak ada nilai apa-apa tapi hanya demi membantu meringankan kebutuhan orang tua kami para hamba Tuhan ini menjelang hari besar umat GIDI khususnya Wilayah Toli jelang 12 Februari,” kata Dinus Wanimbo usai menyalurkan bantuan berupa beras 20 ton, beberapa kardus bama, serta uang tunai senilai Rp100 juta.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Tolikara, khususnya para kader GIDI dari berbagai latar belakang untuk mensukseskan perayaan HUT gereja yang lahir dari wilayah Toli tersebut. “Khususnya bagi kami anak-anak gembalanya dan para kader GIDI dari pemerintahaan, pengusaha, pegawai, atau apa saja profesinya wajib mensukseskan hari besar kita, HUT GIDI ini,” imbau Dinus.

Libur bersama

Pada Apel pagi bersama ASN di lingkungan pemerintah Tolikara, Rabu (7/2/2018), Wakil Bupati Dinus Wanimbo telah mengumumkan bahwa pada Senin, 12 Februari 2018, jadwal perkantoran diliburkan di seluruh wilayah administrasi Tolikara.

“12 Februari nanti, kita libur bersama sebagai bentuk penghormatan kita dan untuk beribadah bersama dalam rangka HUT GIDI nanti,” seru Dinus dihadapan 100an ASN.

Dinus Wanimbo, yang merupakan kader GIDI, secara tidak langsung menjadi tuan rumah untuk peringati HUT GIDI di Klasis Karubaga. Sementara Usman Wanimbo, Bupati Tolikara, yang juga kader GIDI, akan menjadi tuan rumah di Klasis Ndudu.

“Kami semua ini dan kader gereja lainnya, adalah anak-anak gembala yang bisa bawa injil ajaran Kristus dari Honai di sini sampai ke daerah lain di Papua, di Indonesia, sampai ke Internasional. GIDI hadir sampai kemana-mana karena orang tua kita, jadi sudah wajib untuk kita anak-anaknya sukseskan acara ini,” kata Dinus.

Doa dan Pusasa

Menjelang HUT GIDI ke 55, para hamba Tuhan dari wilayah Toli telah melakukan ibadah dan puasa selama tiga hari di Karubaga sebelum melanjutkan misinya ke masing-masing klasis dan beribadah bersama jemaat.

Wilayah pelayanan GIDI di Toli sendiri memiliki 25 klasis dan 276 jemaat. Perayaan HUT GIDI akan dilakukan di masing-masing klasis di semua wilayah pelayanan GIDI, di awali Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) selama tiga hari: Jumat-Minggu (9-11 Februari 2018). Dan, puncaknya pada Senin, 12 Februari 2018.

Pendeta Nahum Wandik, Tim Doa Puasa, mengatakan doa dan puasa telah menjadi rutinitas para hamba Tuhan setiap bulan.

“Sudah sejak tahun 2012, tiap bulan pada tanggal 1-3, kami melakukan doa dan puasa. Agenda doa dan puasa bermacam-macam, bergumul untuk Papua dan umat Tuhan,” kata Pdt. Nahum.

Khususnya HUT GIDI ke 55 ini, pokok pergumulan doa dan puasa para pendeta adalah pemulihan Tolikara. Pemulihan dari berbagai persoalan politik yang mempengaruhi hubungan kekeluargaan dan hubungan antar sesama jemaat Tuhan.

“Lebih khusus di Tolikara, yang menjadi jantung Papua. Kalau Tolikara pulih, Papua pulih. Karubaga menjadi pusat perubahan di kabupaten Tolikara,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Hadapi KLB, jembatan dan jalan di Asmat dibangun

Selanjutnya

Dinus Wanimbo tegaskan pimpinan OPD Tolikara tingkatkan disiplin kerja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 6674x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6298x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5893x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe