Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Penjahit sepatu dan sandal, profesi sederhana yang menghasilkan
  • Sabtu, 10 Februari 2018 — 16:25
  • 1390x views

Penjahit sepatu dan sandal, profesi sederhana yang menghasilkan

Tak hanya sepatu dan sandal bekas, para pelanggan dia juga menjahitkan sepatu baru agar kekuatan rekatan lebih tahan lama.
Penjahit sepatu dan sandal di pinggir jalan Enarotali, Paniai - Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi – Tangan Domin Yogi lincah mengaitkan alas sepatu yang mengelupas dengan jarum dan  benang nilon. Sementara  tumpukan sepatu dan sandal bekas berbahan kulit dan karet menumpuk di lapak yang ia tempati di kawasan emperan pertokoan enarotali, Kabupaten Pania.

Keseharian dijalani Domin Yogi, seorang penjahit sepatu dan sandal di Enarotali, Paniai yang dikenal warga setempat yang ingin memperbaiki sepatu dan sandalnya.

“Sangat disayangkan jika sepatu dan sandal harus dibuang, karena masih terlihat bagus dan bisa dipakai,” kata Domin Yogi saat berbincang dengan Jubi, Sabtu, (10/2/2018).

Tak heran lapak penjahitan sepatu dan sandal  yang ia buka pun ramai dikunjungi orang, bahkan ia untuk mengerjakan penjahitan harus ngantre karena tingginya warga panitia yang menggunakan jasanya.  “Saya hanya bermodal jarum dan benang, duduk di pinggiran jalan persis di emperan kios ini,” kata Yogi, menambahkan.

Profesi yang ia lakoni itu sudah berlangsung dua tahun, menurut dia, tak hanya sepatu dan sandal bekas, para pelanggan dia juga menjahitkan sepatu baru agar kekuatan rekatan lebih tahan lama.

Bagi Yogi, menjahit yang sudah ia lakoni itu tak memerlukan waktu lama, ia hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk menjahit sandal atau sepatu. Meski begitu tingginya pelanggan yang memerlukan jasanya harus mengantre dan baru diambil sehari usai diserahkan dirinya.

“Jika mereka sabar menunggu antrean, jika tidak mengambil keesokan harinya,”katanya.

Tarif dari jasa penjahitan sepatu dan sandal itu pun tergolong murah, hanya Rp 20 ribu per pasang.

Natalis Degei, seorang pelanggan jasa jahit sepatu di lapak Domin, mengatakan sering menjahitkan sepatu dan sandalnya yang telah rusak. “Hasil jahitanya bagus, sepatu kembali rapi dan bisa dipakai tahan lama,” kata Natalis.

Meski ia mengakui sepatu lama  yang ia jahitkan kembali memang tak sebagus sepatu baru. "Saya sudah sering lakukan jahit sepatu di sini. Jadi saya anggap Yogi penolong bagi," katanya (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat kembali protes DPT di Deiyai

Selanjutnya

Harga beras di pasar Enarotali naik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe