Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. KPU se Papua ikut Bimtek penyelesaian sengketa Pilkada
  • Minggu, 11 Februari 2018 — 06:30
  • 1439x views

KPU se Papua ikut Bimtek penyelesaian sengketa Pilkada

"Saya mohon maaf karena terlambatnya bimtek ini, karena agenda rapat KPU Provinsi Papua yang cukup padat, hari tanggal 12 bulan ini harus penetapan calon hingga kini DPRP masih tidak bergeming terkait dokumen pasangan calon. Tapi bimtek ini penting dilaksanakan," katanya.
Ketua KPU Papua Adam Arisoy - Dok. Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Sebanyak 29 anggota Komisi Pemilihan Umum kabupaten dan kota di Provinsi Papua mengikuti bimbingan teknis tata cara penyelesaian sengketa hukum pemilihan gubernur/wakil gubernur dan bupati/wakil bupati dan Pemilu 2019 di Kota Jayapura.

Ketua KPU Papua Adam Arisoy disela-sela kegiatan itu, Sabtu (10/02/2018), meminta maaf karena bimtek dibuka pada Rabu (7/2/2018) malam di tengah jadwal padat menyelesaikan persoalan tentang dokumen pasangan calon (Paslon) gubernur/wakil gubernur yang masih terhambat di DPRP.

"Saya mohon maaf karena terlambatnya bimtek ini, karena agenda rapat KPU Provinsi Papua yang cukup padat, hari tanggal 12 bulan ini harus penetapan calon hingga kini DPRP masih tidak bergeming terkait dokumen pasangan calon. Tapi bimtek ini penting dilaksanakan," katanya.

Menurut dia, pemilu merupakan sarana pesta demokrasi rakyat untuk bisa memilih, menyalurkan hak politik berupa dukungan suara dan pada tahun ini ada tujuh kabupaten yang melaksanakan pemilu.

"Termasuk di tingkat provinsi sehingga rekan-rekan KPU yang mau laksanakan pemilu harus ikuti bimtek ini dan bisa menimba ilmu dari rekan-rekan lainnya yang sudah menggelar pemilu atau pilkada," katanya.

Adam menyampaikan pada pemilu atau pilkada kali ini mulai ditemukan sejumlah persoalan, misalnya di Kabupaten Puncak, Jayawijaya dan Paniai adanya penarikan dukungan partai politik kepada pasangan calon bupati/wakil bupati yang diusung, kemudian dukungan itu diberikan ke pasangan lain.

"Ini persoalan yang dihadapi seperti di Puncak dan Jayawijaya. Bahkan kabar terakhir yang beredar di Jayawijaya, ada pemblokadean kantor KPU dan DPRD setempat," katanya.

Lalu, kata dia, masalah non teknis lainnya yang dihadapi oleh staf dan komisioner KPU diantaranya tentang persoalan SDM, anggaran, faktor geografis daerah, keamanan dan lainnya-lainnya.

"Ini kendala-kendala non teknis yang ditemui oleh bapak dan ibu di lapangan, tapi kita semua sudah menyatakan sikap untuk kerja sepenuh waktu sebagai pelayan masyarakat. Untuk itu kita harus bekerja profesional, jujur dan transparan sehingga kita tidak didemo karena persoalan-persoalan tadi," kata Adam.

Sementara itu, Nona Sahetapi, staf dari KPU Kabupaten Pegunungan Bintang mengatakan bimtek tersebut bukan saja penyelesaian sengketa pemilu tapi juga terkait verifikasi faktual partai politik yang bermasalah.

"Bimtek ini tiga hari dilaksanakan dari Rabu kemarin hingga hari ini. Setelah itu akan dilanjutkan dengan penyampaian verifikasi faktual partai politik tingkat kabupaten di KPU Papua," katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

OAP di Puncak Jaya capai seratusan ribu jiwa

Selanjutnya

Penunjukan Plt Gubernur Papua diperkirakan paling lambat besok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4723x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2771x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2667x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe