Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. KLB di Asmat disebabkan tak ada kepastian pangan
  • Minggu, 11 Februari 2018 — 17:27
  • 639x views

KLB di Asmat disebabkan tak ada kepastian pangan

Pernyataan itu disampaikan mengkritik balik pernytaan  Kepala Staf Kepresiden, Moeldoko yang dinilai merendahkan martabat rakyat dan bangsa West Papua.
Masyarakat Agats di Asmat yang kekurangan gizi ditangani anggota Polri - Jubi/Ist
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi, -Ketua umum Badan Pelayanan Pusat Gereja-Gereja Baptis Papua, Pdt. Dr. Socratez Sofyan Yoman, menegaskan, masyarakat kabupaten Asmat tak punya kepastian mememenuhi kebutuhan. Pernyataan itu disampaikan mengkritik balik pernytaan  Kepala Staf Kepresiden, Moeldoko yang dinilai merendahkan martabat rakyat dan bangsa West Papua.

"Karena pak Moeldoko sudah dua kali membuat pernyataan yang sangat merendahkan martabat rakyat dan bangsa West Papua," kata  Yoman, kepada Jubi, Minggu, (11/2/2018).

Ia menyatakan persoalan utama Kabupaten Asmat  bukan hanya kesehatan, tapi kebutuhan pangan yang saat ini belum bisa dipenuhi. “Mencari makan itu tidak ada kepastian. Saya menyarankan perlu dikirim tentara masuk desa untuk menyiapkan sarana dan prasarana pertanian  untuk bertani," ujar Yoman menjelaskan.

Yoman juga tak memungkiri pemahaman pemerintah yang menilai masyakarat di pelosok Papua terbiasa hidup berpindah-pondah sehingga sulit dikontrol kesehatan dan pengiriman bantuan sulit ditembus. Namun ia menegaskan secara kondisi itu sudah terjadi sebelum negara hadir.

Menurut Yoman seharusnya dalam kurun waktu 1949 tahun hingga tahun 1969 sudah ada jaminan kesehatan rakyat West Papua. “Tapi, selama ini, pemerintah Indonesia perlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) dan semua rakyat West Papua diOPMkan dan  diseparatiskan,” kata Yoman menjelaskan. 

Ia menilai meski simbolis status DOM sudah dicabut, namun realitas di lapangan wajah militerisme di wilayah terpencil semakin meningkat.

Guru besar Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Makassar, Nurpudji Taslim, melalui keterangan persnya, Sabtu, (10/2/2018) menyatakan penyebab kekurangan gizi Asmat lantaran warga Agats tidak lagi mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokok.

"Masalah utama kurang gizi karena masyarakat asli sudah tidak memproduksi sagu," kata Taslim. 

Ia menilai selama ini pembagian beras raskin yang mereka tunggu tidak hadir setiap bulan.(*)  

 

loading...

Sebelumnya

Kader PDIP dan Gerindra ditarik dari Pansus Pilgub Papua

Selanjutnya

Mandenas: Ada tagihan fiktif di RSUD Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe