Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Ingin lolos akreditasi, RSUD Jayapura butuh Rp68 miliar
  • Minggu, 11 Februari 2018 — 18:13
  • 840x views

Ingin lolos akreditasi, RSUD Jayapura butuh Rp68 miliar

"Dalam break down anggaran 2018, belum mengakomodir proses akreditasi yang diminta komisi akreditasi nasional. Setelah dihitung, rumah sakit ini masih perlu anggaran kurang lebih Rp68 miliar," kata Mandenas, akhir pekan lalu.
Rapat Komisi V DPR Papua bersama pihak RSUD Dok II Jayapura dan berbagai pihak terkait, Kamis (08/02/2018) - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Provinsi Papua membutuhkan dana senilai Rp68 miliar untuk memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan komisi akreditasi nasional, guna meningkatkan status rumah sakit dari rujukan regional ke rujukan nasional.

Ketua Komisi V DPR Papua bidang kesehatan, Yan Permenas Mandenas mengatakan, berbagai persyaratan harus dipenuhi manajemen RSUD Jayapura, jika ingin meningkatkan status rumah sakit itu.  

"Dalam break down anggaran 2018, belum mengakomodir proses akreditasi yang diminta komisi akreditasi nasional. Setelah dihitung, rumah sakit ini masih perlu anggaran kurang lebih Rp68 miliar," kata Mandenas, akhir pekan lalu.

Komisi V telah meminta manajemen RSUD Jayapura mempresentasikan secara lengkap kepada komisi itu, kebutuhan yang harus dipenuhi.

"Berikan data tertulis kegiatan dan anggaran yang akan dilaksanakan tahun ini, dan sudah masuk sistem informasi manajemen daerah (simda)," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan yang belum terakomodir akan disinkronkan dengan data pelaksanaan kegiatan dan anggaran 2018, serta usulan anggaran yang baru dalam rangka mendorong akreditasi.

"Ini supaya tidak menciptakan ruang terjadinya dublikasi penganggaran untuk kegiatan yang sama," ucapnya.

Komisi V juga berharap, pagu anggaran di RSUD Dok II tahun ini kurang lebih Rp300 miliar, harus dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk penyelesaian pekerjaan fisik pembangunan agar segera dituntaskan.

"Sisa anggaran itu dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan," katanya. 

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai beberapa hari lalu mengatakan, tahun ini pihaknya terbentur anggaran untuk memperbaiki berbagai fasilitas di semua ruangan rumah sakit, termasuk air bersih, AC (pendingin udara) dan lainnya.

“Kami lihat rencana kerja dan anggaran (RKA) dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) tahun ini, tidak memungkinkan menyelesaikan semua ini. Dananya tidak cukup,” kata Giyai.

Ia mencontohkan, anggaran pemeliharaan AC, hanya berkisar Rp100 juta. Nominal ini dinilai tidak mencukupi, untuk semua unit yang ada.  Meski pihaknya sempat merevisi anggaran, namun tidak memungkinkan lagi, karena dalam aplikasi Bappeda dan keuangan sudah diikuti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (*)

loading...

Sebelumnya

Seribu OAP diberi beasiswa kuliah

Selanjutnya

Diaspora Amerika membantu sekolah berasrama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe