Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemerintah Kiribati kritik wartawan asing liput kecelakaan Feri Butiraoi
  • Senin, 12 Februari 2018 — 07:53
  • 498x views

Pemerintah Kiribati kritik wartawan asing liput kecelakaan Feri Butiraoi

Pemerintah mengatakan para jurnalis itu tidak dilarang, namun mereka memiliki masalah dengan izin peliputan.
Michael Moorah dari Newshub Selandia Baru saat mewawancarai korban selamat Temake Ioane (kiri) dan Ketura Matai. Anak pasangan ini, Remas (8) dan Tautii (3) meninggal dalam kecelakaan feri saat menunggu untuk diselamatkan - Newshub
Elisabeth Giay
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Tarawa, Jubi - Pemerintah Kiribati mengritik dua organisasi media di Australia dan Selandia Baru karena liputan mereka atas dampak tenggelamnya kapal feri Butiraoi.

Dua organisasi media asing, ABC dari Australia dan Newshub Selandia Baru, telah berusaha mengirim jurnalis untuk meliput dampak dari tragedi dan melakukan investigasi, namun mereka dicegah melakukannya.

Pemerintah mengatakan para jurnalis itu tidak dilarang, namun mereka memiliki masalah dengan izin peliputan.

ABC diakui memang telah mengajukan permohonan izin khusus, namun proses pemberian ijin ini masih berlanjut karena Pemerintah Kiribati masih mengkaji dan merampungkan ketentuan dari izin yang akan diberikan.

Sebaliknya, menurut pernyataan Pemerintah Kiribati, kru Newshub telah sampai di negara itu tanpa izin: “Mereka sudah mengetahui bahwa setelah memasuki perbatasan mereka tidak dapat melakukan wawancara dan pembuatan film, mereka juga sudah diminta untuk melapor diri ke kantor terlebih dahulu di pagi hari untuk wawancara lebih lanjut mengenai tujuan kunjungan mereka ke sini. Sayangnya, mereka tidak melapor ke kantor tapi langsung mencari korban selamat Butiraoi untuk diwawancarai,” demikian pernyataan tersebut.

Pemerintah juga menuduh kedua organisasi media asing itu tidak peka terhadap tragedi di Kiribati dan tidak menunjukkan kesadaran budaya yang baik tentang bagaimana i-Kiribati bereaksi atas tragedi ini.

“Media harus mengakui bahwa ini adalah bencana maritim terbesar di Kiribati dan bahwa sangat krusial bagi Pemerintah, mengingat kepekaan kita pada saat ini, untuk penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati dan jujur  oleh Komisi Penyelidik yang independen,” katanya.

Namun, pemerintah juga mendapat tekanan terus menerus atas penanganan bencana Butiraoi karena kemarahan masyakarat terus meningkat akibat penanggulanan yang tidak efisien. Dikatakan sebuah komisi penyelidikan independen telah ditunjuk.

Setibanya di Kiribati pada hari Senin lalu (05/02.2018), paspor milik jurnalis Newshub Michael Morrah dan juru kameranya disita.

Hari berikutnya mereka diinterogasi oleh petugas Imigrasi tentang rencana mereka untuk meliput bencana feri Butiraoi.

Morrah diharuskan memberikan salinan transkrip wawancara yang telah dia lakukan dengan sejumlah korban.

Tim Newshub lalu diperingatkan bahwa tenggelamnya feri ini adalah “masalah yang sangat sensitif”, dan bahwa sementara pemerintah sedang melakukan penyelidikan mereka tidak ingin wartawan asing menghambatnya.(RNZI)

loading...

Sebelumnya

Setelah Samoa, Gita bergerak ke Nieu dan Fiji

Selanjutnya

Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5640x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2806x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe