Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Woodball, pendatang baru langsung target 6 emas di PON 2020
  • Senin, 12 Februari 2018 — 13:07
  • 8212x views

Woodball, pendatang baru langsung target 6 emas di PON 2020

“Ada 14 medali yang diperebutkan, sehingga seleksi kali ini dalam rangka memenuhi nomor atau kelas-kelas tersebut, apalagi kita bertindak sebagai tuan rumah dan berambisi menjadi juara umum,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Papua diwakili Bidang Pembinaan dan Prestasi, Noak Baransano melakukan pemukulan bola pertama menandai pelaksanaan pertandingan sekaligus seleksi atlet Woodball Papua persiapan TC PON 2020 - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Cabang olahraga Woodball mungkin belum begitu familiar atau terkenal, baik di Indonesia maupun di Papua secara khusus.

Sepintas olahraga yang juga dikenal dengan sebutan golf kayu ini termasuk cabor akurasi dan bisa dimainkan oleh siapa saja. Woodball tidak mengenal usia dan biayanya paling murah.

Woodball ditemukan pertama kali oleh Mr. Ming Hui Weng dan Mr. Kuang Chu Young berkebangsaan Taiwan tahun 1990. Di Indonesia Woodball diperkenalkan oleh Tandiono Jecky dan Dr. Nugroho.

Untuk Papua, Woodball digagas sejak 2006 oleh Daniel Womsiwor yang saat ini menjabat ketua harian Indonesia Woodball Asosiasi (IWbA) Provinsi Papua sekaligus wakil ketua bidang sport science dan Iptek KONI Papua periode 2017-2021.

Meski baru seumur jagung Woodball termasuk salah satu cabor yang nanti dipertandingkan di PON XX/2020. Bahkan tidak tanggung-tanggung IWbA Papua langsung mematok enam medali emas.

Mewujudkan ambisi serta target tersebut digelar seleksi provinsi (Selekprov) dalam rangka mempersiapkan atlet menuju PON XX/2020.

Selekprov berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu (10-11 Februari) dibuka secara resmi Ketua Umum KONI Papua diwakili Bidang Pembinaan dan Prestasi, Noak Baransano.

Seleksi diikuti 8 kabupaten/kota mewakili lima wilayah adat masing-masing kabupaten Yahukimo, kabupaten Biak Numfor, kabupaten Kepulauan Yapen, kabupaten/kota Jayapura, kabupaten Mimika, kabupaten Merauke dan kabupaten Supiori.

“Cabor woodball sebagai salah satu cabang akurasi melakukan seleksi untuk kemudian hasilnya diserahkan kepada bidang Binpres untuk melakukan verifikasi atlet calon PON 2020,” kata Daniel Womsiwor.

Noak Baransano menambahkan semua cabor yang sudah masuk dalam agenda buat berlomba di PON, wajib mempersiapkan atletnya.

“Kita berharap cabor Woodball bisa menghasilkan atlet terbaik yang nantinya menjadi duta Papua di PON 2020 dengan target dapay menyumbangkan emas,” katanya.

Daniel menambahkan sesuai regulasi kejuaraan nasional maupun dunia, ada 14 nomor yang dilombakan meliputi tunggal putra/putri, ganda putra/putri, ganda campuran, tim putra/putri dan tim mix atau tim campuran.

“Ada 14 medali yang diperebutkan, sehingga seleksi kali ini dalam rangka memenuhi nomor atau kelas-kelas tersebut, apalagi kita bertindak sebagai tuan rumah dan berambisi menjadi juara umum,” ujarnya.

Data dan fakta dua tahun terakhir, dimana Woodball Papua mendapat dua medali emas, satu perak dan satu perunggu di PON Jawa Barat dalam status eksebisi, serta satu medali emas di kejuaraan dunia.

Merujuk data tiga tahun terakhir kita memiliki 3 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu. Pengprov IWbA Papua mematok di PON 2020 nanti minimal bisa merebut setengah dari 14 medali yang diperebutkan itu.

"Sehingga IWbA Papua di PON 2020, kita menargetkan keluar sebagai juara umum dengan mematok 5 hingga 6 medali emas," tegasnya.

Salah satu atlet, Marthen Rumbewas dari Kepuluan Yapen mengapresiasi seleksi ini. Menurutnya olahraga ini memang sangat baru, tapi Woodball mengajar serta mendidik banyak hal.

“Bagaimana kita berpikir untuk mengambil keputusan. Sepintas kelihatan mudah, namun banyak hal bisa kita petik lewat olahraga ini,” ucapnya.

Corina Arwan atlet putri asal kabupaten Supiori menambahkan, olahraga Woodball membuka kesempatan buat siapa saja bisa ikut bertanding.

“Kelebihan Woodball bisa dimainkan semua kelompok umur dan olahraga ini menghindari kita dari kontak badan,” katanya.

Corina dan Marthen berharap lewat seleksi yang digelar secara terbuka ini bisa terpilih atlet terbaik dan ke depan Woodball terus berkembang serta dikenal dan makin dicintai masyarakat Papua.

“Keluarga besar Woodball Papua mendukung pelaksanaan PON 2020 dan kami siap sumbang medali emas,” ucap keduanya kompak. (*)

loading...

Sebelumnya

KONI Papua garansi Puslatprov dibentuk Februari

Selanjutnya

12 tim siap ramaikan Argapura Cup U-18

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe