Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Harimau penerkam warga alami perubahan perilaku
  • Senin, 12 Februari 2018 — 14:30
  • 1492x views

Harimau penerkam warga alami perubahan perilaku

Dari apa yang kita temukan, dia mengalami inhabituasi. Perilakunya berubah, dari awalnya menghindari manusia, sekarang justri mendekati kerumunan
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang menerkam warga di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau beberapa waktu lalu, mengalami perubahan perilaku.

"Dari apa yang kita temukan, dia mengalami 'in-habituasi'. Perilakunya berubah, dari awalnya menghindari manusia, sekarang justri mendekati kerumunan," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo di Pekanbaru, Minggu.

Perubahan perilaku harimau yang sempat menerkam seorang warga di perkebunan kepala sawit, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir itu ditunjukkan saat harimau terus terlihat di sekitar perkebunan.

Bahkan, harimau betina yang diperkirakan berusia sekitar lima tahun itu terlihat tidak sungkan saat berhadapan dengan sekelompok orang.

Harimau itu sebelumnya menerkam warga hingga tewas pada awal Januari 2018. Korban bernama Jumiati tersebut merupakan salah seorang karyawan lepas PT THIP.

Perempuan berusia 33 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State.

Selama 37 hari proses pencarian, dia menuturkan tim dan masyarakat telah beberapa kali melihat langsung harimau tersebut.

Mulyo menjelaskan satwa itu kerap berkeliaran di sekitar jalan poros areal perkebunan sawit. Bahkan, tim penyelamatan harimau yang terdiri dari BBKSDA Riau, Polres Indragiri Hilir, dan lembaga pemerhati satwa melihat langsung si kucing belang itu.

Namun, pihaknya tidak dapat serta merta menangkap harimau tersebut. Terlebih lagi menembaknya dengan bius. Menurut dia, pihaknya masih terus mengandalkan perangkap yang tersebar di sekitar areal jelajah satwa itu.

Dia optimistis satwa buas itu akan dapat segera ditangkap untuk kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, terutama dari jangkauan manusia.

Selama 37 hari proses pencarian, BKSDA banyak mendapati perangkap-perangkap mematikan yang dipasang oleh para pemburu. Dia menuturkan sedikitnya pihaknya membongkar 20 perangkap.

Namun di sisi lain, BKSDA akan menambah jumlah perangkap harimau berupa kerangkeng (trap box) sebagai upaya menangkap harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di Indragiri Hilir yang pernah menerkam manusia hingga tewas.

"Saat ini kita sudah pasang enam 'trap box'. Dalam waktu dekat kita kembali upayakan menambah 'trap box' serta modifikasi agar lebih natural," katanya.

Dengan enam kerangkeng yang diisi umpan kambing jantan serta babi hutan tersebut belum berhasil menarik perhatian harimau liar tersebut.

Selain enam unit kerangkeng yang telah terpasang, Mulyo juga mengatakan pihaknya turut memasang delapan kamera pengintai. Bahkan, salah satu kamera pengintai sempat merekam tingkah laku harimau, yang belakangan diberi nama "Bonita" tersebut.

Dalam rekaman itu, harimau itu hanya melintasi kerangkeng besi dengan salah satu pintunya terbuka. Harimau betina itu tidak bergeming dengan umpan yang berada di dalam kerangkeng.(*)


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Gereja GKI Sion Pugima diresmikan

Selanjutnya

Badan Arkeologi Papua akan kembali kelola situs Tutari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5640x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2806x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe