Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Okaba merasa dianaktirikan pemerintah
  • Senin, 12 Februari 2018 — 19:00
  • 2090x views

Masyarakat Okaba merasa dianaktirikan pemerintah

“Kenapa saya bilang dianaktirikan, karena dari tahun berganti tahun, melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kampung hingga distrik, diusulkan agar ruas jalan Bian-Okaba diaspal. Namun, sampai sekarang tak direalisasikan,” ujar Mahuze, saat ditemui Jubi, di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Senin (12/02/2018).
Kondisi ruas jalan Bian-Okaba yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki pemerintah – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Sekretaris Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) kampung Alaku, distrik Okaba, kabupaten Merauke, Thimoteus Mahuze, mengungkapkan masyarakat dari beberapa kampung di distrik tersebut dianaktirikan pemerintah setempat.

“Kenapa saya bilang dianaktirikan, karena dari tahun berganti tahun, melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kampung hingga distrik, diusulkan agar ruas jalan Bian-Okaba diaspal. Namun, sampai sekarang tak direalisasikan,” ujar Mahuze, saat ditemui Jubi, di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Senin (12/02/2018).

Dikatakan, dulunya jalan Bian-Okaba diaspal. Hanya saja, karena tak dijaga dan dirawat baik, akhirnya rusak dan sampai sekarang tak kunjung diperbaiki.

“Saya sudah tua sampai sekarang, namun jalannya tak pernah diperhatikan pemerintah,” tegasnya.

Dia mengaku, ruas jalan tersebut adalah jalan provinsi yang menghubungkan sekitar tujuh distrik di kabupaten Merauke, termasuk sampai ke Bade, kabupaten Mappi.

“Memang satu-satunya transportasi darat setelah dari penyeberangan kali Bian hanya melalui jalur tersebut. Tak ada jalan alternatif lain,” katanya.

“Tidak tahu lagi dengan cara apa kami bersuara. Dari tahun ke tahun melalui Musrenbang, telah kami suarakan. Namun, tak direspon sama sekali pemerintah,” tuturnya menambahkan.


Bahkan, lanjut dia, dari pemimpin berganti pemimpin, kondisi ruas jalan Bian-Okaba tak pernah diaspal dan justru semakin rusak.

“Adik-adik wartawan sudah melihat kondisi sesungguhnya di lapangan,” tuturnya.

Selain jalan rusak parah, jelas dia, juga di samping kiri-kanan jalan telah ditumbuhi rumput tinggi. Sehingga hanya tinggal jalan setapak.

Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, mengatakan ruas jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua karena terdapat beberapa jembatan rusak.

Selain itu, menurut Kamijay, kondisi badan jalan sudah setapak akibat ditumbuhi rumput.

“Memang beberapa waktu lalu atas perintah Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dilakukan pembersihan sepanjang tiga kilometer. Hanya saja, perbaikan jalan belum hingga sekarang,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasca gelombang pasang, masyarakat Komolom Kimaam hanya makan ikan dan kelapa kering

Selanjutnya

Staf distrik Kimaam jarang di tempat tugas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9904x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3413x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2145x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe