Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. DPRD Merauke usulkan bentuk tim sidak ke kampung
  • Senin, 12 Februari 2018 — 20:25
  • 1620x views

DPRD Merauke usulkan bentuk tim sidak ke kampung

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke telah mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat, Felix Liem Gebze, agar dibentuk tim khusus yang melibatkan beberapa komponen untuk melakukan sidak ke kampung-kampung, sekaligus mengetahui apakah guru ada di kampung atau tidak.
Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu, sedang berikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke telah mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat, Felix Liem Gebze, agar dibentuk tim khusus yang melibatkan beberapa komponen untuk melakukan sidak ke kampung-kampung, sekaligus mengetahui apakah guru ada di kampung atau tidak.

“Saya sudah usulkan beberapa waktu lalu kepada Pak Felix Liem Gebze agar dibentuk tim yang melibatkan pemerintah, dewan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta unsur pers untuk sidak ke sejumlah kampung,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke yang membidangi pendidikan, Moses Kaibu, kepada Jubi, Senin (12/02/2018).

Moses juga minta para guru yang menerima dana 3 T (terdepan, terluar, tertinggal), harus benar-benar dipantau, apakah yang bersangkutan selalu di kampung untuk melaksanakan tugasnya atau tidak.

“Saya minta laporan yang digunakan dinas untuk membayar dana 3T para guru, harus dari masyarakat. Absen tak menjadi jaminan. Karena telah ada temuan, gurunya tak pernah di tempat tugas, tetapi dalam absen selalu diparaf hadir,” tegasnya.

Dia mengatakan para guru ke tempat tugas hanya pada saat berlangsung ujian. Setelah itu, pulang ke kota dengan berbagai alasan.

Ditambahkan, persoalan tentang ketidakhadiran guru di kampung, tak hanya di Alatep, tetapi juga di kampung-kampung lain, yang umumnya adalah orang asli Papua.

Kepala Kampung Alatep, Distrik Okaba, Jeina Maula Gebze, mengaku kurang lebih dua tahun, sebanyak tujuh guru termasuk kepala sekolah, tak pernah ada di kampung.

“Hanya tersisa satu orang guru kontrak yang harus merangkap mengajar dari Kelas I hingga VI. Itupun tak bisa efektif berlangsung karena yang bersangkutan hanya sendiri,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Staf distrik Kimaam jarang di tempat tugas

Selanjutnya

Puluhan profesor Indonesia di Amerika Serikat lakukan survei pendidikan di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe