Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Lumpur dan pasir tutup badan jalan, jalur Sentani-Depapre di kali Ulang macet
  • Selasa, 13 Februari 2018 — 07:22
  • 1100x views

Lumpur dan pasir tutup badan jalan, jalur Sentani-Depapre di kali Ulang macet

Jalan yang menghubungkan Depapre dan Sentani, khususnya di kali Ulang yang rusak karena sering terjadi banjir, membuat masyarakat pengguna jalan tersebut terganggu aktivitasnya. Bila hujan tiba, lumpur dan pasir meluap hingga ke badan jalan.
Seorang warga sedang mengatur arus kendaraan dari arah Depapre ke Sentani di kali Ulang - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi  - Jalan yang menghubungkan Depapre dan Sentani, khususnya di kali Ulang yang rusak karena sering terjadi banjir, membuat masyarakat pengguna jalan tersebut terganggu aktivitasnya. Bila hujan tiba, lumpur dan pasir meluap hingga ke badan jalan.

Sejumlah pemuda dan masyatakat setempat berupaya memindahkan lumpur dan pasir ini dengan alat berat agar arus transportasi ini berjalan lancar.

Dari pantauan Jubi di lokasi, arus lalu lintas dari Sentani ke Depapre maupun sebaliknya, terjadi antrean panjang, saat alat berat memindahkan lumpur dan pasir yang bercampur air, yang begitu tebal dan banyak.

Sadal, seorang supir taksi jurusan Sentani-Depapre, mengatakan jika terjadi banjir seperti ini, jarak tempuh Sentani-Depapre memakan waktu lebih lama.

"Kalo sudah banjir begini tu kadang makan waktu 1-2 jam, antrean panjang," ucapnya, kepada Jubi di Sentani, Senin (12/02/2018).

Ia juga menjelaskan jika tidak banjir, ia bisa pulang pergi Sentani-Depapre sekitar tiga kali. Namun jika terjadi banjir, untuk satu kali jalan Sentani-Depapre pergi pulang aja kurang.

"Kalo cuaca bagus saya jalan sampe tiga kali dalam sehari. Tapi dengan keadaan seperti begini itu cuman dua kali jalan saja,"kata Sadal, yang saat itu sedang mengantre menunggu giliran jalan.

Sadal menjelaskan jika terjadi banjir di kali Ulang, waktu terbuang banyak sehingga anak sekolah, mahasiswa, dan masyatak pun mengeluh.

"Kami berharap kalo bisa pemerintah perhatikan jalan ini kah. Soalnya kalo sudah terlambat itu, anak sekolah dan mahasiswa itu dorang terlambat, jadi kasihan," tuturnya.

Herry, seorang warga yang bantu bekerja mengatur kendaraan agar tertib berjalan, mengatakan banjir yang sampai meluap ke jalan ini terjadi karena faktor hujan malam.

"Karena malam hujan ini yang bikin lumpur dengan pasir naik tinggi itu sampe tinggi-tinggi betis kaki orang dewasa," jelasnya.

Herry minta ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk membangun jembatan penghubung.

"Pemerintah naikin jembatan boleh biar aman. Soalnya kali ini selalu saja banjir, entah hujan kecil atay hujan besar," kata Herry.  (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkot Jayapura galang aksi Rp 1000 untuk Asmat

Selanjutnya

Hutan sagu dibabat perusahaan, Pemkab Jayapura diminta menanam kembali

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe