Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Setelah ternak, kini cacing mata ditemukan pada manusia
  • Selasa, 13 Februari 2018 — 14:18
  • 1216x views

Setelah ternak, kini cacing mata ditemukan pada manusia

Jenis cacing Thelazia ini sebelumnya hanya terlihat pada ternak di seluruh AS bagian Utara dan Selatan Kanada, para peneliti melaporkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene.
Ilustrasi infeksi cacing mata - kaskus.co.id
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Seorang wanita di Oregon, Amerika Serikat, menjadi orang pertama di dunia yang diketahui terinfeksi oleh spesies cacing kecil di organ mata.

Infeksi cacing ini sebelumnya hanya terlihat pada ternak, yang disebarkan oleh lalat yang mengonsumsi cairan dari bola mata, kata peneliti pemerintah AS, Senin.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan sebanyak 14 cacing parasit dari spesies "Thelazia gulosa" dengan panjang kurang dari 1,2 cm diambil dari mata seorang wanita berusia 26 tahun selama periode 20 hari sebelum gejalanya mereda.

Jenis cacing Thelazia ini sebelumnya hanya terlihat pada ternak di seluruh AS bagian Utara dan Selatan Kanada, para peneliti melaporkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene.

Mereka mengatakan penelitian tersebut mengindikasikan bahwa orang Amerika Utara mungkin lebih rentan terhadap infeksi tersebut dari pada yang diketahui sebelumnya.

Jika cacing tetap berada di mata seseorang untuk waktu yang lama, mereka bisa menyebabkan luka pada kornea dan bahkan kebutaan, menurut para peneliti.

"Kasus infeksi parasit cacing jarang terjadi di AS, dan kasus ini ternyata merupakan spesies Thelazia yang belum pernah dilaporkan pada manusia," kata pemimpin penelitian Richard Bradbury, yang bekerja dengan Divisi Parasit dan Malaria CDC.

Sebelumnya, ia memperkirakan hanya ada dua spesies cacing mata yang menginfeksi manusia di seluruh dunia, dan Thelazia gulosa sekarang menjadi yang ketiga.

Para peneliti mengatakan wanita tersebut menyadari cacing kecil dan menembus mata kirinya setelah mengalami iritasi. Kegiatannya yang sering dilakukan di luar ruangan selama musim panas membuat dia terkena infeksi.

Wanita tersebut berasal dari kota Gold Beach, terletak di pantai Oregon di sepanjang Samudra Pasifik sekitar 65 km Utara perbatasan California.

Kasus infeksi cacing mata sebelumnya telah dilaporkan di seluruh dunia, terutama di Eropa dan Asia dan di masyarakat pedesaan yang dekat dengan hewan dan dengan standar hidup yang buruk, kata peneliti.

Cacing mata ditemukan di berbagai hewan termasuk anjing, kucing dan karnivora liar tertentu. (*)

loading...

Sebelumnya

Israel dan Suriah lancarkan serangan udara sejak pekan lalu

Selanjutnya

AS dan Rusia tingkatkan upaya hentikan program nuklir Korut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2851x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2595x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1504x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1298x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe