Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Kasus Asmat bukan kegagalan Papua
  • Selasa, 13 Februari 2018 — 14:15
  • 2139x views

Kasus Asmat bukan kegagalan Papua

Di luar Asmat banyak kemajuan di bidang kesehatan yang telah dicapai pemerintah provinsi.
Pelayanan kesehatan di Papua - Dok.Jubi
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua, Lukas Enembe, meminta semua pihak tidak menjadikan kasus Asmat sebagai kegagalan kesehatan di Papua. Enembe menyebutkan di luar Asmat banyak kemajuan di bidang kesehatan yang telah dicapai pemerintah provinsi.

"Kejadian seperti di Asmat pernah juga terjadi di beberapa kabupaten di Papua, saya heran kenapa giliran terjadi di Asmat akhirnya menilai Papua gagal," kata Enembe, di Jayapura belum lama ini.

Ia menjelaskan, Kabupaten Asmat mendapat dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp 106 miliar. Dari dana ini 30 persen untuk pendidikan, 15 persen untuk kesehatan, ekonomi 20 persen serta infrastruktur 20 persen.

"Untuk kesehatan saja hanya Rp 15 miliar untuk 16 Puskesmas, berapa biaya yang disiapkan untuk petugas kesehatan yang harus mengarungi sungai. Belum lagi membangun sarana dan prasarana kesehatan," ujar Enembe menjelaskan.

Ia menilai dana Rp 15 miliar tidak cukup untuk membangun fasilitas kesehatan di Asmat yang wilayahnya sulit.  Menurut dia, pemerintah dan orang-orang di luar Papua tidak tahu persis persoalan di Papua, sebab tantangan sangat berbeda.

Termasuk akses  geografis harus naik pesawat  atau menyebrang sungai. Hal itu belum ditambah tingkat pengetahuan masyarakat  tentang kesehatan yang rendah.

Enembe menyebutkan pelayanan kesehatan di Papua secara umum mengembirakan, hal itu dibuktikan penurunan angka kematian ibu dan anak. Tercatat data infrastruktur kesehatan seperti Puskesmas terus naik dari 370 unit pada tahun 2015, menjadi 394 unit pada tahun 2017, dari jumlah itu 32 unit telah di survey selanjutnya ditetapkan sebagai Puskesmas terakreditasi.

Sedangkan rumah sakit sebelumnya  32  unit pada tahun 2014, meningkat menjadi 35  unit  pada tahun 2016, dan terus bertambah  menjadi 42 unit pada tahun 2017.  “Sembilan dari jumlah itu sudah terakreditasi," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Gaji guru dan pegawai kehutanan disiapkan

Selanjutnya

Proyek Palapa ring bakal rampung akhir tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat