Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Sepuluh keputusan hasil Konfrensi III Masyarakat Adat Momuna
  • Selasa, 13 Februari 2018 — 15:09
  • 1743x views

Sepuluh keputusan hasil Konfrensi III Masyarakat Adat Momuna

“Selama ini saya melihat banyak perampasan tanpa izin atas hak ulayat. Maka itu, jika masuk di wilayah adat Momuna harus taat, dan jika ada yang tidak mentaati aturan, akan dikenakan denda, karena kami sudah punya aturan tersendiri yang sudah diputuskan dalam konfrensi,” ungkapnya.
Masyarakat adat Momuna bersama Kepala suku besar Ismail Keikera mengenakan pakaian adat sedang berjalan kaki menuju ke lokasi Konferensi ke III, di Aula Pendidikan, Dekai – Piter Lokon/Jubi
Piter Lokon
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Yahukimo, Jubi - Masyarakat Adat Momuna akhirnya melaksanakan Konfrensi III, yang dimulai sejak 08 hingga 09 Februari 2018, di aula pendidikan jalan Logpon di  Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua. Ketua Dewan adat Papua, Sayid Fadhal Alhamid mengatakan, dalam konfrensi selama tiga hari tersebut telah diputuskan ketetapan-ketetapan terkait dengan organisasi Momuna.

“Ada sepuluh hal yang mereka putuskan, untuk tindak lanjut dan perlu diperhatikan pihak lainnya,” katanya.

Sementara, Kepala suku besar Momuna, Ismail Keikera yang baru terpilih kembali untuk periode keduanya (2018-2023) mengatakan, pihaknya sudah membentuk Perda kampung dan beberapa keputusan untuk ditaati, dihormati dan juga dihargai sebagai pemilik sah atas tanah adat tersebut.

“Selama ini saya melihat banyak perampasan tanpa izin atas hak ulayat. Maka itu, jika masuk di wilayah adat Momuna harus taat, dan jika ada yang tidak mentaati aturan, akan dikenakan denda, karena kami sudah punya aturan tersendiri yang sudah diputuskan dalam konfrensi,” ungkapnya.  

Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian dari pemerintah, khususnya bagi pendidikan dan kesehatan. Karena selama ini, khusus untuk kedua hal tersebut, masih ada beberapa yang belum dilayani maksimal oleh pemerintah, terlepas dari hak atas tanah, dan hak ulayat tersebut.

Sementara itu, dari kesepakatan bersama melalui Konfrensi Masyarakat Adat Momuna ke - III tersebut, didapati sejumlah keputusan, yakni:

  1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo membuka ruang dialog dengan masyarakat adat Momuna dan Dewan Masyarakat Adat Momuna untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan tanah adat Momuna sesuai dengan undang-undang Otonomi Khusus.
  2.  Tanah dan kekayaan alam yang terdapat di tanah ulayat Suku Momuna, disadari bahwa diciptakan oleh Allah yang    diberikan kepada Suku Momuna untuk di jaga dan dirawat oleh Suku Momuna. Oleh sebab itu kami menyerukan kepada Suku Momuna, tidak menjual tanah untuk kepentingan pribadi.
  3. Kami masyarakat suku Momuna menyatakan tanah yang diklaim oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo dilakukan dengan cara tidak bermartabat dan tidak manusiawi yang berdampak rusaknya sumber penghidupan Suku Momuna, dan hingga saat ini perlu dibuka ruang dialog yang bermartabat, adil dan transparan.
  4. Kami masyarakat Suku Momuna tidak menolak pembangunan ataupun menolak investor/pengusaha, apabila kehadiran mereka memberikan kontribusi positif yang memberi manfaat baik bagi masyarakat Adat Momuna, seperti Perusahaan batuan atau galian c, kayu olahan dan lainnya.  
  5. Kami masyarakat Suku Momuna  mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo  agar  membuka peluang beasiswa yang lebih banyak bagi pelajar dan mahasiswa Suku Momuna dalam melanjutkan sekolah atau kuliah. Dan juga dukungan fasilitas  berpola asrama bagi pelajar dan mahasiswa Momuna.
  6. Kami masyarakat Suku Momuna mendesak agar pemerintah Kabupaten Yahukimo berperan  secara aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan  di wilayah adat Momuna maupun lainnya. 
  7. Kami masyarakat Suku Momuna mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera membangun rumah tinggi ditengah-tengah Kota Dekai sebagai simbol budaya Momuna. 
  8. Kami Masyarakat Adat Momuna meminta kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk mendorong anak-anak Momuna menduduki jabatan di DPRD minimal 5 orang untuk bisa menyalurkan aspirasi–aspirasi masyarakat Momuna.
  9. Kami masyarakat Suku Momuna mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo, KPU Kabupaten Yahukimo, Pemerintah Provinsi Papua, KPU Provinsi Papua untuk membentuk 1 Daerah Pemilihan (DAPIL) yang meliputi  Distrik Dekai, Distrik Suru-Suru, Distrik Sumo, Distrik Obio dan Distrik Seradala di Kabupaten Yahukimo.
  10. Kami masyarakat Suku Momuna pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Yahukimo pada tahun 2020 merekomendasikan anak Momuna atau yang direkomendasikan oleh masyarakat Suku Momuna untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati atau calon wakil bupati.                                                                              

Konfrensi Masyarakat Adat Momuna ini merupakan forum keputusan tertinggi dalam organisasi Dewan Masyarakat Adat Momuna (DMAM). Kegiatan ini diikuti oleh 28 kepala suku dan 200 peserta dari 30 kampung yang ada di wilayah adat Momuna dan perwakilan dari  Wilayah Adat Dien, Wilayah Adat Juwe , Wilayah Adat Koopkaka. (*)

loading...

Sebelumnya

Proyek Palapa ring bakal rampung akhir tahun

Selanjutnya

Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat