Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Legislator Papua imbau warga sipil jangan jadi korban perebutan kekuasan
  • Rabu, 14 Februari 2018 — 19:04
  • 1302x views

Legislator Papua imbau warga sipil jangan jadi korban perebutan kekuasan

“Pilkada tahun ini tidak boleh lagi. Masyarakat jangan selalu dikorbankan untuk kepentingan politik dan kekuasaan,” kata Emus, Rabu (14/02/2018).
Ilustrasi - Jubi/Dok
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum, HAM, dan keamanan, Emus Gwijangge mengatakan, jangan lagi ada warga sipil yang menjadi korban perebutan kekuasaan, saat pelaksanaan pilkada serentak tujuh kabupaten di Papua tahun ini.

Menurutnya, cukup pilkada serentak 2017 pada beberapa kabupaten di Papua yang menelan korban jiwa. Ini pelajaran untuk semua pihak yang ambil bagian dalam pilkada 2018.

“Pilkada tahun ini tidak boleh lagi. Masyarakat jangan selalu dikorbankan untuk kepentingan politik dan kekuasaan,” kata Emus, Rabu (14/02/2018).

Emus mengingatkan para pasangan calon kepala daerah mengikuti aturan yang berlaku dalam pilkada. Begitu juga pihak penyelenggara, dan karateker bupati di kabupaten yang melaksanakan pilkada, harus bekerja sesuai tupoksinya.

“Jangan ada gerakan tambahan. Tugas karateker bagaimana mensukseskan pilkada di kabupaten dan pilgub,” ujarnya.

Menurutnya, karateker bupati harus dapat merangkul masyarakat, tidak memihak pada pasangan calon tertentu, dan bekerjasama dengan aparat keamanan serta penyelenggara.

“Pasangan calon di tiga dari tujuh kabupaten yang ikut pilkada kali ini, kemungkinan akan melawan kotak kosong. Namun sistem demokrasi dalam pilkada tetap harus diutamakan. Jangan hanya sekadar formalitas,” katanya.

Anggota Komisi I DPR Papua lainnya, Orgenes Wanimbo mengatakan, politik tidak harus selalu menghalalkan segala cara, karena hal itulah yang akan memicu potensi gesekan di masyarakat.

“Saya pikir, kalau semua pihak bekerja sesuai tupoksinya, pilkada akan berjalan aman, damai, dan demokrasi,” kata Orgenes Wanimbo.

Menurutnya, selama ini konflik dalam pilkada disebabkan berbagai faktor. Tidak hanya pasangan calon, namun terkadang akibat penyelenggara yang tidak netral.

“Hal inilah yang harus dihindari. Biarkan masyarakat menentukan pilihannya, memilih pasangan calon yang mereka anggap tepat memimpin mereka,” ucapnya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Kata legislator, jangan ada kekerasan jelang Pilgub Papua

Selanjutnya

Internet terganggu, penetapan paslon Pilkada Mimika dipindah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe