Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Perawat IGD demodamai di DPDR Nabire
  • Rabu, 02 November 2016 — 09:48
  • 1052x views

Perawat IGD demodamai di DPDR Nabire

“Honor ini sudah berlangsung tiga sampai lima tahun,sedangkan kami sama sekali tidak pernah dapat,” katanya.
Anggota DPRD Nabire saat mendengar aspirasi petugas IGD RSUD Nabire di Kantor DPRD Nabire, Senin (31/10/2016) – Jubi/Titus
Niko MB
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Sekitar 40 orang perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Nabire melakukan Demo Damai Di Kantor DPRD Nabire, Senin (31/10/2016).

“Kami merasa perlu untuk mendapatkan dana jasa resiko. Karena ruangan  yang lainnya sudah mendapatkan seperti ruangan ICU, ruangan Paru dan ruangan HIV,” Kepala IGD RSUD Nabire, Agustina Elvin ketika ditemui Jubi, Selasa (1/11/2016).

Menurutnya, IGD merupakan pintu masuk pasien di rumah sakit. Beban tugas petugas IGD juga dinilai semakin meningkat, karena menangani  pasian gawat darurat, ada pasien rawat inap, pasien rawat jalan dan pemeriksaan visit dokter spesialis.

“Jadi empat bagian ini yang kami lakukan, seharusnya direktur melihat permasalahan ini. Tetapi kerena Direktur tidak menanggapi, kami terpaksa mengadu ke dewan tentang persoalan ini,” katanya.

Lanjutnya, selama ini IGD belum menerima dana jasa resiko seperti teman-teman pada ruangan lain. Padahal tingkat resikonya hampir sama.

Sedangkan setiap perawat tiga ruangan tersebut yang menerima dana jasa resiko sebesar Rp750 ribu per bulan.

“Honor ini sudah berlangsung tiga sampai lima tahun,sedangkan kami sama sekali tidak pernah dapat,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua I DPDR Nabire, Merci Kegou bersama 15 anggota DPRD lainnya ketika menerima perawat mengatakan, kesehatan dan pendidikan adalah hal yang sangat mendasar.

“Sekarang ini juga kita bersama-sama menuju ke rumah sakit untuk membicarakan kepada direktur,” kata Merci.

Ditempat terpisah Direktur RSUD Nabire dr. Jhoni R. Tandisau menerima anggota DPRD mengatakan, dana beban kerja paramedis dibayar sesuai dengan RAPBD Nabire 2016, yakni perawat pada ruangan ICU, ruangan Paru dan ruangan HIV.

“IGD belum masuk, sehingga kami belum bisa memaksakan hal tersebut,” jelas Tandisau.

Tadndisu mengatakan dengan adanya tuntutan tersebut, pihaknya akan memasukkan pada RAPBD 2017. “Bapak-bapak dewan yang akan memutuskan pada sidang nanti,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD Nabire gelar Kejuaraan Atletik

Selanjutnya

Perusahaan tambang emas PT. Hanjun setahun beroperasi tanpa izin pemilik ulayat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32871x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8918x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6425x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5707x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5580x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe