Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Yosepina, penjual sayur yang berhasil kuliahkan anak
  • Senin, 19 Februari 2018 — 16:57
  • 671x views

Yosepina, penjual sayur yang berhasil kuliahkan anak

Perempuan berusia  52 tahun itu gigih mengumpulkan uang dengan cara berjualan sayur iris sejak pasar Sentani lama.
Yosepina Kambuaya, saat dibantu anak keduanya Yanti berjualan di pasar Baru Pharaa Sentani, -Jubi/Yance Wenda.
Yance Wenda
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi –Seorang penjual sayur di pasar Baru Pharaa Sentani, Yosepina Kambuaya, mampu membiayai pendidikan ke empat anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi. Perempuan berusia  52 tahun itu gigih mengumpulkan uang dengan cara berjualan sayur iris sejak pasar Sentani lama.

“Anak ada empat, sudah selesai dari Uncen, dan yang dua masih kuliah.  Semuanya saya biayai dari hasil jualan sayur,” kata Kambuaya, kepada Jubi, Senin (19/2/2018).

Kambuaya menjelaskan, hasil berjualan itu tak hanya untuk biaya pendidikan anak, namun juga digunakan untuk kebutuhan ekonomi lain dalam rumah tangganya. Tercatat dua anak Kambuaya sudah lulus  Universitas Cenderawasih Jayapura, sedangkan dua lainya masihg menempuh di perguruan tinggi yang sama.

“Mama sudah berjualan sejak tahun 1990an sudah lama di waktu itu harga  masih murah dibanding dengan harga sekarang ini,” ujar Kambuaya menjelaskan.

Ia mengaku harus gigih menyediakan sayur iris berupa buah labu siyam hingga 20 tumpuk sehari.  Dengan modal  ratusan ribu ia mampu mengambil 20 tumpuk buah labu yang ia jajakan bersama sayur dan buah lain hasil panen petani Sentani dan sekitarnya.

Tercatat tak hanya sayur, ibu empat anak itu juga kreatif menjajakan buah jeruk, nangka, tomat dan beragam sayuran lain, dengan laba yang tak banyak. “Sehari mama bisa dapat Rp 500 ribu itu sudah paling tinggi,” katanya.

Eta, seorang pelanggan mama Kambuaya, di pasar  Baru Pharaa Sentani, merasa kagum dengan keberhasilan mama Kambuaya itu.  Selain itu ia menilai mama Kambuaya, tergolong pedagang kreatif menyediakan sayur potong.

“Ia mama Papua yang tangguh, tak hanya berdagang tapi mendidik anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi,” kata Eta.

Menurut dia, mama Kambuaya, menyediakan sayur yyang telah dipotong atau diiris yang memudahkan pembeli  cepat memasak karena tak perlu repot  lagi memotong sayur.

Menurut dia, sayuran yang sudah dipotong  memudahkan dirinya memasak lebih cepat di tengah kesibukan bekerja. “Kalau terlambat  atau ada kerja saya cari yang gampang, jadi tidak perlu di potong tinggal cuci dan masak,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

922 lampu hemat energi disediakan Kementerian ESDM untuk Asmat

Selanjutnya

Ratusan perusahaan di Kota Jayapura daftarkan pekerjanya di BPJS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe