Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Akibat musim hujan, Santo terancam wabah DBD
  • Senin, 19 Februari 2018 — 17:28
  • 378x views

Akibat musim hujan, Santo terancam wabah DBD

“Semua sampel darah telah dikumpulkan dari pasien dan akan dikirim ke Institute Pasteur di Kaledonia Baru untuk pengujian lebih lanjut,” kata MOH.
Dari tanggal 8 hingga 15 Februari 2018 enam kasus demam berdarah telah dilaporkan di Rumah Sakit Provinsi Utara di Santo, empat diantaranya dinyatakan positif. DVU/Anita Roberts
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi - Departemen Kesehatan Vanuatu (Ministry of Health; MOH) telah melaporkan adanya peningkatan kasus infeksi demam berdarah di Rumah Sakit Provinsi Utara (Northern Provincial Hospital; NPH) di Luganville, Santo.

Enam pasien yang dicurigai terinfeksi dilaporkan dari tanggal 8 sampai 15 Februari. Setelah menjalani tes, empat d iantaranya dinyatakan positif terkena DBD.

Semua kasus yang diduga dan telah dikonfirmasikan hanya berasal dari NPH. Tidak ada laporan dari provinsi dan pulau lain, dengan satu pasian dirawat di rumah, menurut MOH.

“Semua sampel darah telah dikumpulkan dari pasien dan akan dikirim ke Institute Pasteur di Kaledonia Baru untuk pengujian lebih lanjut,” kata MOH.

Wabah DBD sering terjadi di Pasifik. Pada saat ini wabah yang serupa sedang terjadi di Fiji, Samoa dan juga Tonga.

Kenaikan jumlah kasus DBD biasanya terjadi pada masa hujan atau apabila terjadi hujan deras atau banjir.

Dengan meningkatnya curah hujan, lebih banyak tempat berkembang biak bagi nyamuk aedes, jenis nyamuk yang sama yang menyebarkan virus Zika, chikungunya, serta demam kuning.

Gejala awal DBD termasuk mual-mual dan muntah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala umumnya di belakang mata, dan ruam kemerahan.

Karena tidak ada obat khusus yang dianjurkan untuk mengobati infeksi tersebut, MOH menyarankan kepada masyarakat yang menderita gejala awal untuk beristirahat dan meminum banyak cairan.

Direktur Jenderal (Ditjen) MOH, George Taleo, menegaskan pentingnya deteksi dan penanganan dini dari pasien dengan infeksi DBD.

“Siapa pun yang diduga menunjukkan gejala DBD, harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kita sekarang masih di tengah musim hujan. Semua gereja, sekolah, dan masyarakat harus mengatur diri untuk membersihkan rumah dan tempat-tempat umum agar bisa mencegah dan mengurangi penyebaran virus demam berdarah,” perintah Taleo dalam sebuah pernyataan.

Departemen Kesehatan, melalui sistem surveilans penyakit DBDnya, terus memantau situasi di Luganville serta provinsi dan pulau lainnya.

Program peningkatan kesadaran masyarakat akan dilakukan di daerah yang mulai terkena dampak untuk mendidik penduduk setempat tentang DBD dan cara pencegahan dari tingkat rumah tangga. (Vanuatu Daily Post)

loading...

Sebelumnya

Era baru dalam sejarah Parlemen Tonga dimulai

Selanjutnya

PNG akan tanda-tangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9125x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6356x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5998x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4404x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe