Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Jurnalis Jayapura: Kitorang dukung Pilkada damai
  • Senin, 19 Februari 2018 — 19:36
  • 938x views

Jurnalis Jayapura: Kitorang dukung Pilkada damai

"Deklarasi ini untuk mendukung pelaksanaan pilkada damai di Papua. Ini merupakan gagasan jurnalis dan didukung Polda Papua, para ketua organisasi jurnalis di Papua," kata ketua panitia pelaksana, Wilfred Siagian.
Suasana Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema "Kitorang Dukung Pilkada Damai di Tanah Papua" yang digelar jurnalis Jayapura di salah satu hotel di Kota Jayapura, Senin (19/2/2018) - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Jurnalis yang bertugas di Jayapura mendeklarasikan terlaksananya pilkada damai di provinsi paling timur Indonesia itu, dalam pemberitaan media massa. Penandatangan kesepakatan ini dilakukan usai Focus Group Discussion (FGD/diskusi grup terfokus) dengan tema "Kitorang Dukung Pilkada Damai di Tanah Papua", di salah satu hotel di Kota Jayapura, Senin (19/2/2018) petang.

FGD ini menghadirkan lima pembicara sekaligus, yakni Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Santiasa, Ketua Bawaslu Papua Fegie Wattimena, Komisioner KPU Papua Musa Sombuk dan Ketua PWI Papua Abdul Munif. 

"Deklarasi ini untuk mendukung pelaksanaan pilkada damai di Papua. Ini merupakan gagasan jurnalis dan didukung Polda Papua, para ketua organisasi jurnalis di Papua," kata ketua panitia pelaksana, Wilfred Siagian.

Pers kata jurnalis detik.com itu, merupakan pilar keempat demokrasi di negara ini, untuk itu netraliras jurnalis dalam pelaksanaan pilkada sangat dibutuhkan.  Dirinya berharap media massa di Papua dalam pemberitaan, tidak memihak kepada kelompok, suku, agama, atau partai politik tertentu. Namun harus adil dalam memberikan ruang kepada semua pihak.

"Jurnalis juga butuh narasumber berkompeten dalam membuat berita, sehingga kami harap bapak dan ibu pejabat publik bersedia memberikan keterangan yang dibutuhkan wartawan untuk penulisan berita," ujarnya.

Sementara, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, dalam konsep pilkada damai, jurnalis atau media merupakan satu dari tujuh pihak yang memiliki peran penting selain KPU, Bawaslu, Pemerintah Daerah, TNI-Polri, pasangan calon dan tim suksesnya, serta masyarakat.

"Masing-masing punya peran. Media massa perlu membangun cara pandang masyarakat yang baik melalui pemberitaan," kata Mantan Kadiv Humas Polri ini.

Senada dengan Boy Rafli, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Santiasa berharap, jurnalis menjadi ujung tombak pada pemberitaan. Bagaimana mengedukasi masyarakat, agar pilkada di Papua aman dan damai, jangan sampai berita yang dimuat adalah hoaks.

Setali tiga uang dengan pendapat alat negara itu, Komisioner KPU Papua Musak Sombuk dan Ketua Bawaslu Papua Fegie Wattimena juga sepaham. Kata Fegie, jurnalis adalah mitra, untuk itu junalis dalam menyajikan berita diharapkan dapat berimbang. 

Dalam diskusi terfokus ini, Ketua PWI Papua Abdul Munif ikut angkat suara mengenai independensi jurnalis atau wartawan dalam meliput pemilihan umum. Menurutnya, harus ada pemilahan dan jalan pikir dalam menempatkan posisi dan sikap jurnalis. Karena siapa pun dapat terlibat politik secara tidak langsung, tidak hanya jurnalis, namun TNI/Polri juga dimungkinkan.

"Kalau mungkin ada wartawan yang ditugaskan mengawal salah satu kandidat, itu bukan berarti dia memihak, tapi karena berita advetorial. Media juga hidup dari situ. Namun berita di luar berita berbayar, itu yang harus netral. Jadi harus dipilah," kata Munif. (*)

loading...

Sebelumnya

MRP serahkan hasil verifikasi ke DPR Papua

Selanjutnya

KPU Papua: Verifikasi OAP bapaslon selesai, tahapan dilanjutkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8445x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6342x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5981x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4214x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe