Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Gereja Tonga tempatkan berbagai konselor pasca-Siklon Gita
  • Selasa, 20 Februari 2018 — 13:44
  • 436x views

Gereja Tonga tempatkan berbagai konselor pasca-Siklon Gita

“Sebagian masyarakat telah terpengaruh secara mental, secara psikologis. Jadi, kita perlu membantu dan menenangkan pikiran mereka, pun pengalaman trauma yang dialami."
Puing-puing yang ditinggalkan di belakang Siklon Tropis Gita. - RNZI/ Richard Tindiller
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi - Seorang pemimpin gereja di Tonga memperingatkan publik bahwa kesehatan mental masyarakat tidak boleh diabaikan pascabadai Siklon Gita.

Seminggu setelah badai berkategori empat tersebut merusak beberapa daerah di Tongatapu dan 'Eua, hanya beberapa komunitas saja yang memiliki akses ke jaringan listrik.

Staf lapangan Badan Penanggulangan Keadaan Darurat dan lembaga-lembaga kemanusiaan telah bekerja keras untuk menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang paling parah.

Presiden Gereja Free Wesleyan, Pendeta Dr. Finau 'Ahio, mengatakan keadaan kesehatan jiwa masyarakat juga perlu dipulihkan.

Dr. 'Ahio mengatakan gerejanya mengirim konselor ke seluruh pulau guna melayani konseling psikologi kepada seluruh rakyat.

“Sebagian masyarakat telah terpengaruh secara mental, secara psikologis. Jadi, kita perlu membantu dan menenangkan pikiran mereka, pun pengalaman trauma yang dialami.”

Sementara itu, seorang kepala sekolah menengah atas di Tonga, Sitani Paulo Mahe, mengatakan setelah badai melanda, dia tidak tahu lagi akan mengajar murid-muridnya di mana, karena gedung sekolah rusak parah.

“Semua atap gedung sekolah melayang akibat Gita (badai), dan ada sekitar lima belas ruang kelas sekarang tidak memiliki atap,” kata Kepala Sekolah Kolese Takuilau di Distrik Timur Tongatapu itu. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Tuvalu sanggah hasil riset tentang perluasan daratannya

Selanjutnya

Donor internasional diminta dukung rehabilitasi Kepulauan Solomon

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8338x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6336x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5956x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4185x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe