Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Masih tertinggi, nilai tukar petani perkebunan rakyat dan perikanan di Papua
  • Rabu, 02 November 2016 — 10:36
  • 469x views

Masih tertinggi, nilai tukar petani perkebunan rakyat dan perikanan di Papua

Secara keseluruhan NTP pertanian dalam arti luas selama Oktober masih rendah, hanya 95,91, walaupun angka ini meningkat ketimbang NTP bulan sebelumnya yang tercatat 96,17 atau terjadi penurunan -0,27 persen.
Petani bayam di Kota Jayapura ketika memanen sayurnya - Jubi/Simon Daisiu
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor Perkebunan Rakyat dan Perikanan di Papua masih berada di peringkat tertinggi dibanding subsektor pertanian lainnya, mencapai 104,35.

“Di sektor pertanian dalam arti luas, terdapat lima subsektor yang dipisah untuk menentukan tingkat perkembangan nilai tukar petani (NTP) yang terjadi tiap bulan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua JB Priyono di kantornya, Selasa (1/11/2016).

Secara keseluruhan NTP pertanian dalam arti luas selama Oktober masih rendah, hanya 95,91, walaupun angka ini meningkat ketimbang NTP bulan sebelumnya yang tercatat 96,17 atau terjadi penurunan -0,27 persen.

Sedangkan per subsektor, paling kuat adalah NTP perkebunan rakyat yang mencapai 100,05 dan disusul NTP perikanan 102,36. Kemudian NTP Peternakan 99,89, NTP holtikultura h99,44 dan NTP tanaman pangan lebih terpuruk yang hanya tercatat 88,40.

Menurutnya, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang maupun jasa baik yang dikonsumsi oleh petani maupun untuk biaya.

”Semakin tinggi angka NTP, relatif semakin kuat tingkat daya beli petani, untuk angka keseimbangan NTP adalah 100. Jika NTP di bawah 100 berarti petani rugi. Jika NTP di atas 100 seperti peternakan, berarti kemampuan daya beli perikanan dan perkebunan rakyat menguat,” katanya.

Hasil pantauan harga perdesaan di semua kabupaten di Papua pada Oktober 2016, lanjut Priyono, mengalami inflasi 0,61 persen yang dipengaruhi sebagian besar kelompok pengeluaran rumah tangga, kecuali pada kelompok pendidikan, rekereasi dan olahraga, serta kelompok transportasi dan komunikasi.

Pengeluaran NTP Papua tercatat 110, 97, angka ini lebih besar dari September 110,73. (*)

loading...

Sebelumnya

Tax Amnesty di Biak capai Rp29 M

Selanjutnya

Harga sembako masih stabil jelang Desember

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 3586x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2630x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2462x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe