Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Pengakuan kedudukan salah satu isi maklumat adat Momuna
  • Selasa, 20 Februari 2018 — 14:50
  • 1003x views

Pengakuan kedudukan salah satu isi maklumat adat Momuna

Secara umum maklumat  berisi tentang hubungan ketuhanan, sumber daya alam dan masyarakat.
Masyarakat adat Momuna bersama perwakilan Jerat Papua, saat jumpa pers di kantor Jerat Papua.- Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Pengakuan kedudukan menjadi salah satu maklumat yang dikeluarkan masyarakat suku adat Momuna di kabupaten Yahukimo, Propinsi Papua. Secara umum maklumat  berisi tentang hubungan ketuhanan, sumber daya alam dan masyarakat.

“Masyarakat adat adalah karya Tuhan yang ditakdirkan mendiami tanah Papua, setara martabatnya dengan suku-suku lain di tanah Papua, di Indonesia dan di seluruh dunia,” kata Ketua Dewan Masyarakat Adat Momuna, Ismael Keikya , saat membacakan maklumat, belum lama ini.

Selain itu is menyebutkan masyarakat adat Momuna mengakui kehidupannya dalam tata adat, bahasa suku, maupun otoritas wilayah adat, serta semua kekayaan sumberdaya alam yang tergantung di dalamnya.

“Oleh karena itu kami adalah pemilik sah atas semua yang telah tuhan anugerahkan kepada kami,” kata Keika menambahkan.

Masyarakat Momuna telah menyatakan bernaung di bawah organisasi masyarakat adat yang mereka miliki yakni Dewan Masyarakat Adat Momuna DMAM.

Sekretaris DMAM, Yeko Keiye, menjelaskan selama ini kebijakan pemerintahan kabupaten Yahukimo kurang perhatian  terhadap masyarakat  adat.  “Sehingga kami meminta bisa membuka diri  agar bisa berdialog dengan masyarakat Momuna,” kata Keyke .

Permintaan itu disampaikan usai masyarakat adat Momuna mengeluarkan 10 rekomendasi setelah musyawarah adat pada  8 hingga Februari 2018 di Dekai, Yahukimo. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Abock: Siapkan semua laporan untuk BPK

Selanjutnya

Distan Jayawijaya targetkan 2018 seluruh babi divaksin

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9093x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6356x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5998x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4395x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe