Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Uang Rp 5 miliar disiapkan, pemilik ulayat tak mengambilnya
  • Selasa, 20 Februari 2018 — 17:04
  • 747x views

Uang Rp 5 miliar disiapkan, pemilik ulayat tak mengambilnya

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menegaskan pihaknya telah mengalokasikan dan menyiapkan anggaran senilai Rp 5 miliar  bagi masyarakat Marind-Buti untuk dimanfaatkan mengurus berbagai administrasi dan lain-lain, termasuk keberangkatan tim ke Jakarta dalam penyelesaian tanah Bandara Mopah, namun tak ada yang datang mengambilnya.
Beberapa anak membentangkan spanduk yang mengecam pemerintah setempat saat aksi demonstrasi di Bandara Mopah, Selasa (20/2/2018) – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menegaskan pihaknya telah mengalokasikan dan menyiapkan anggaran senilai Rp 5 miliar  bagi masyarakat Marind-Buti untuk dimanfaatkan mengurus berbagai administrasi dan lain-lain, termasuk keberangkatan tim ke Jakarta dalam penyelesaian tanah Bandara Mopah, namun tak ada yang datang mengambilnya.

Hal itu disampaikan Bupati Gebze di hadapan ratusan masyarakat Marind-Buti saat melakukan aksi demonstrasi di Bandara Mopah, Selasa (20/2/2018).

“Dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember 2017, saya telah menyiapkan dana Rp 5 miliar. Namun uang itu tak kunjung diurus dan diambil utusan masyarakat pemilik ulayat,” katanya.

Pemerintah, lanjut Bupati Gebze, terus menunggu kapan uang Rp 5 miliar diambil. Namun hingga berganti tahun tak ada yang mengurusnya sehingga uang itu masuk kembali ke kas daerah.

“Saya yang menjanjikan kepada masyarakat setahun silam bahwa akan memberikan dana tersebut. Setelah pemerintah mengalokasikan, tak ada yang datang,” ujarnya.

Ditegaskan, pemerintah tidak pernah tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang dialami dan dihadapi masyarakat, terutama orang asli Papua.

“Kami akan mengambil langkah cepat jika komunikasi terus dibangun dengan baik,” katanya.

Perwakilan aksi demonstrasi, Waros Gebze, memberikan apresiasi kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze, yang langsung merespon dengan baik tuntutan masyarakat pemilik ulayat, terkait tanah bandara.

“Kami hanya membutuhkan kepastian dan campur tangan pemerintah untuk bisa membangun komunikasi bersama Kementerian Perhubungan RI. Sehingga proses penyelesaian pembayaran tanah, cepat dilaksanakan,” pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ratusan masyarakat Marind-Buti demo di Bandara Mopah

Selanjutnya

Peresmian Kantor Bupati Merauke (1) Dari sketsa tangan, menjadi kantor megah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32889x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8932x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6441x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5781x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5597x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe