TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Mozambik berjuang lindungi 300 ribu hektar hutan bakau
  • Selasa, 20 Februari 2018 — 18:45
  • 3480x views

Mozambik berjuang lindungi 300 ribu hektar hutan bakau

Studi yang dilaksanakan oleh Lembaga itu mengungkapkan, Provinsi Maputo di bagian selatan, Zambezia dan Sofala di bagian tengah, dan Mampula di bagian utara negeri tersebut adalah provinsi yang paling parah dalam hal kerusakan hutan bakau
Ilustrasi Pixabay.com/Jubi
ANTARA
[email protected]
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Maputo, Mozambik, Jubi - Lembaga Penyelidikan Perikanan Nasional Mozambik mengumumkan bahwa negeri itu sedang berjuang keras, melindungi 300.000 hektare lahan bakau yang terancam dampak perubahan iklim dan ulah manusia.

Dengan lebih dari 60 persen penduduk negeri tersebut hidup di sepanjang pantai, hutan bakau merupakan salah satu sumber utama penghasilan dan bahan bangunan buat rumah serta perahu.

"Kami saat ini sedang membahas model yang potensial yang dapat dipertimbangkan bagi penanganan hutan bakau di daerah kota dan desa. Jika kita melihat perluasan kota besar kita, semua itu terjadi di daerah di dekat hutan bakau, Kota Quelimane, termasuk di Ibu Kota Mozambik, Maputo, adalah contoh untuk itu," kata Salomao Bandeira, konsultan yang bekerja untuk Lembaga tersebut.

Lembaga itu, mitranya dan pemegang saham lain berusaha mengembangkan strategi yang efisien untuk menangani hutan bakau. Misalkan dengan mempertimbangkan penyebab yang mengakibatkan pengrusakan baik akibat kegiatan manusia maupun oleh penyebab alam.

Mozambik di wilayah Afrika Selatan memiliki ekosistem hutan bakau terbesar. Pada 2017 silam lewat konferensi PBB, negara itu berkomitmen menanam 5.000 hektare lahan bakau sampai 2022. Sejauh ini, negara itu telah menyelesaikan penanaman 15 hektare lahan.

"Karena komitmen dengan PBB, kami ingin memulai penataan campur tangan kami. Kami akan mulai menanami kembali sesuai dengan satu program yang dirancang dengan baik. Dan untuk mencapai sasaran itu, kami telah melakukan studi di setiap provinsi negeri ini dan menetapkan apa yang kritis. Belakangan dengan rencana aksi, kami akan menyebarkan sasaran bagi masing-masing provinsi dan melaksanakannya," kata Jorge Mafuca, Direktur Nasional Lembaga Penyelidikan tersebut.

Studi yang dilaksanakan oleh Lembaga itu mengungkapkan, Provinsi Maputo di bagian selatan, Zambezia dan Sofala di bagian tengah, dan Mampula di bagian utara negeri tersebut adalah provinsi yang paling parah dalam hal kerusakan hutan bakau.(*)
 

loading...

Sebelumnya

Gempa susulan, warga Mexico masih panik

Selanjutnya

Korban penembakan Florida kecam Trump soal kontrol senjata

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat