Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pemkab Jayapura ingin ambil alih situs megalitikum Tutari
  • Selasa, 20 Februari 2018 — 21:17
  • 1329x views

Pemkab Jayapura ingin ambil alih situs megalitikum Tutari

"Beberapa waktu lalu kami dikunjungi Badan Arkeologi Papua. Menurut laporan mereka, situs prasejarah di Kampung Doyo lama ini tidak terurus. Oleh sebab itu, kami akan berkoordinasi langsung dan minta kewenangan untuk mengurusnya kembali karena benda-benda prasejarah ini ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Jayapura," ujar Bupati Awoitauw, saat ditemui Jubi, di kantornya, Selasa (20/2/2018).
Seorang warga Sentani tengah berdiri di hadapan salah satu batu peninggalan zaman Megalitikum di situs Tutari, Kampung  Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura - Jubi/Syam Terrajana  
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Kabupaten Jayapura memiliki sejumlah tempat-tempat prasejarah yang tinggal sejak ratusan tahun silam. Salah satunya adalah situs megalitikum Tutari yang terletak di Kampung Doyo Lama Distrik Waibhu. Situs yang berada pada perbukitan ini di tinggal tanpa diurus oleh pihak terkait.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua yang selama ini mengurusi situs tersebut guna peralihan kewenangan mengurus situs prasejarah ini.

"Beberapa waktu lalu kami dikunjungi Badan Arkeologi Papua. Menurut laporan mereka, situs prasejarah di Kampung Doyo lama ini tidak terurus. Oleh sebab itu, kami akan berkoordinasi langsung dan minta kewenangan untuk mengurusnya kembali karena benda-benda prasejarah ini ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Jayapura," ujar Bupati Awoitauw, saat ditemui Jubi, di kantornya, Selasa (20/2/2018).

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Kris Kores Tokoro, mengaku ada sejumlah situs bersejarah yang hingga saat ini tidak terurus dengan baik, padahal kewenangan tersebut berada pada Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan.

"Tiga dari situs prasejarah adalah situs megalitikum Tutari yang sudah menjadi cagar budaya, situs Yomokho di sebelah barat pantai wisata Khalkote Distrik Sentani timur, dan gerabah di Kampung Akbar Distrik Ebungfauw. Gerabah memang saat ini dikelola Pemkab Jayapura, tetapi dua situs lainnya tidak diurus dengan baik. Oleh sebab itu, pasti kami akan berkoordinasi guna mengambil kewenangan ini untuk mengelolanya kembali. Karena situs ini sangat penting dan akan menjadi aset daerah sebagai destinasi wisata," jelasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dana kampung Rp 100 juta untuk perempuan, kemana?

Selanjutnya

Wujudkan kabupaten layak anak, Pemkab Jayapura gencar kampanyekan hidup sehat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8439x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6341x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5981x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4213x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe