Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Pasar Mama Mama setelah 14 tahun
  • Rabu, 21 Februari 2018 — 12:40
  • 1048x views

Pasar Mama Mama setelah 14 tahun

Masa lebih 14 tahun sangat panjang bagi Mama-Mama pedagang asli Papua untuk menempati Pasar Mama-Mama yang baru. Bangunan sudah siap ditempati, tapi masalah lahan masih belum selesai.
Bangunan baru Pasar Mama-Mama Papua di Kota Jayapura yang masih belum ditempati – Jubi/ Sindung Sukoco
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sungguh berat bagi mama-mama pedagang asli Papua menunggu janji pemerintah untuk menempati bangunan pasar yang baru. Mereka sudah bosan jika ditanya pendapat mereka tentang kapan mereka dipindahkan ke bangunan besar yang sehari-hari dapat mereka lihat.

 

Hal itulah yang dialami Jubi ketika bertanya kepada Mama Yumame dan Mama Kadepa yang berjualan sayur di Pasar Sementara Mama-Mama Pedagang Asli Papua. Meski memberikan jawaban, namun keduanya terlihat kurang senang.

“Yang terlebih dulu diselesaikan adalah pembebasan masalah tanah, itu dulu baru yang lain, kita pun siap kapan pun jika dibutuhkan untuk pindah," kata Mama Kadepa.

Hal senada disampaikan Mama Yumame. Ia mengatakan, pemerintah daerah harus menyelesaikan masalah tanahnya, karena pemerintah pusat sudah membangun gedung. Kemudian Pemerintah Provinsi Papua tinggal menuntaskan masalah tanah sisa, karena masalahnya di sana.

"Selesaikan itu dan ini saya kira belum disahkan, bagaimana kita bisa pindah, dari pusat kita tanya masalahnya dari sini (daerah), pemerintah pusat sudah bangun toh dan pemerintah provinsi selesaikan itu supaya kami bisa masuk,” ujarnya.

Sekretaris Solpap (Solidaritas Pedagang Asli Papua), Natan Tebai, menjelaskan latar belakang berdirinya Pasar Mama-Mama yang baru bukan dari perjuangan Pemerintah Kota Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua, maupun BUMN, tetapi murni dari hasil perjuangan para pedagang di sana.

“Ini perjuangan sendiri, di mana mereka dapat kejar dan dapat siram dari Satpol PP. Kami menyerukan terus harapannya untuk harus memperoleh pasar itu selama 13 tahun, berlanjut sampai hingga tahun ke-14 baru mereka mendapatkan pasar, tetapi pasar ini yang pertama oleh pemerintah seperti dihambat dengan aturan atau birokrasi,” katanya kepada Jubi.

Tebai mencontohan pada September lalu wali kota menyampaikan bentuk-bentuk penyerahan BUMN terkait ke pemerintah kota sebagai penegasan untuk pengelolaan pasar. Lalu kesepakatan itu menyebutkan bahwa Solpap bersama dengan mama-mama ada dalam pasar. Sedangkan pemerintah kota berfungsi sebagai pengawas.

Mama-mama pedagang, kata Tebai, kapan saja siap pindah ke pasar baru.

“Kemarin pembicaraan dengan DPR dan pihak-pihak terkait sudah disampaikan Mama-Mama pedagang ini sedang menunggu kapan pemerintah kota akan memberitahukan kepastian untuk pindah sesuai dengan petunjuk presiden agar pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kota menetapkan tanggal peresmiannya,” ujarnya.

Pernyataan seperti itu, kata Tebai, masih berlanjut sampai sekarang. Karena itu mama-mama pedagang menunggu.

"Jadi pola pembagian tempat berdasarkan jenis-jenis penjualan sudah kita atur," katanya.

Tebai mengingatkan, masalah akan muncul jika pemerintah daerah memasukkan pedagang-pedagang lain dengan cara-cara tidak teratur.

Ia berharap ke depan permasalahan habis dan pengelolaan pasar bisa diatur dengan baik. Misalnya merawat kebersihan, pengontrolan dagangan, dan tidak ada keributan pengisian pedagang.

“Hal-hal seperti ini yang akan kita jaga, Solpap menjaga itu dan jangan sampai kegaduhan itu justru ditimbulkan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa mama-mama pedagang akan pindah kapan saja dan tidak akan setuju jika pasar setelah difungsikan justru dimanfaatkan pihak lain.

Tebai mengatakan Solpap akan menuntut Wali Kota Jayapura sebagai penanggung jawab jika terjadi konflik dengan melaporkan ke polisi atau menuntut ke pengadilan.

“Itu akan dilakukan jika pemerintah kota salah keputusan menempatkan pedagang di pasar atau memfungsikan pasar, atau difungsikan oleh pihak lain,” ujarnya.

Pedagang mama-mama Papua yang akan menempati bangunan baru, katanya, berdasarkan data Solpap terbagi atas dua. Pertama, mama-mama pedagang lama sendiri sebanyak 500 pedagang. Kemudian, pembinaan anak-anak mama-mama Papua sebanyak 300 orang.

“Kita sudah bagi untuk gedung lantai satu, dua, dan tiga, makanya kami minta jangan bilang difungsikan dengan cara-cara tanpa langsung berkoordinasi, kita akan tuntut pemerintah kota untuk menyelesaikan masalah karena terhadap SK rekam jejak wali kota itu jelas sudah melakukan pengusiran, penggusuran, dan lain-lain. Perjuangan Mama-Mama sudah jelas, lalu pemerintah datang mengambil Pasar Mama-Mama Papua," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Jayapura Robert LN Awi yang dikonfirmasi Jubi mengatakan, Pasar Mama-Mama Papua sudah selesai dan siap ditempati.

“Kami sudah menyiapkan para pedagang, sedangkan terkait lahan pada 21 Februari 2018 Pak Wali Kota akan menandatangani MoU dengan Perum Damri di Jakarta, setelah itu kami akan siapkan peresmian penggunanya,” katanya.

Daya tampung pedagang seluruhnya, kata Awi, kurang-lebih 300 pedagang. Jenis dagangan mereka adalah ikan, daging, hasil kebun, dan warung. (*)

loading...

Sebelumnya

Pupuk langka, petani pasrah

Selanjutnya

Problem sampah di kota Dekai Yahukimo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8345x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6336x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5956x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4188x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe