Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Pekerja Chevron tuntut pesangon
  • Rabu, 02 November 2016 — 14:40
  • 1232x views

Pekerja Chevron tuntut pesangon

Para pekerja Chevron Geothermal Salak (CGS) dan Chevron Geothermal Indonesia (CGI) mengajukan tuntutan perusahaan untuk segera melakukan pembayaran pesangon sebelum proses divestasi kedua aset panas bumi milik Chevron Indonesia tersebut rampung akhir tahun ini.
Ilustrasi. Pekerja di pertambangan. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Para pekerja Chevron Geothermal Salak (CGS) dan Chevron Geothermal Indonesia (CGI) mengajukan tuntutan perusahaan untuk segera melakukan pembayaran pesangon sebelum proses divestasi kedua aset panas bumi milik Chevron Indonesia tersebut rampung akhir tahun ini.

"Bulan November 2016 proses divestasi aset geothermal milik Chevron Indonesia memasuki tahap pemasukan penawaran dari calon pembeli dan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan pembeli terbaik. Tahapan ini sudah mendekati akhir dari proses divestasi aset, namun proses pengurusan ketenagakerjaan masih sangat jauh dari harapan," kata Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional Chevron Indonesia (SPNCI), Indra Kurniawan kepada pers di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Indra mengatakan sudah lebih dari enam bulan pekerja CGI dan CGS menyuarakan tuntutan mereka melalui SPNCI sejak diumumkannya proses pelelangan dua aset geothermal milik Chevron Indonesia di Salak dan Darajat, Jawa Barat. Namun pihak perusahaan sampai sekarang belum mau memenuhi tuntutan pekerja yang menginginkan penyelesaian pembayaran pesangon sehubungan perubahan kepemilikan dua perusahaan tersebut.

Menurut Indra Kurniawan, SPNCI telah membuka komunikasi formal dan informal dengan perusahaan lewat beberapa pertemuan. Kelompok kerja khusus dibentuk oleh SPNCI untuk menampung aspirasi pekerja dari kedua perusahaan yang tersebar di Garut, Sukabumi, Jakarta, Kalimantan dan Sumatera.

Perusahaan bersikukuh untuk melakukan pembicaraan dalam kerangka kajian tanpa akhir kesepakatan. Sementara SPNCI menginginkan kerangka perundingan bipartit yang dilindungi oleh undang-undang. Kondisi tersebut telah diadukan pada Kementrian Tenaga Kerja sebagai instansi pemerintah yang melindungi ketenagakerjaan di Indonesia.

Sebagai bagian dari rencana penjualan, lanjut Indra, Chevron juga akan memindahkan pekerja dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang berkedudukan di Sumatera dan Chevron Indonesia Company (CICo) yang berkedudukan di Kalimantan ke organisasi geothermal. "Hal tersebut dirasa akan menyebabkan penggelembungan organisasi geothermal yang berujung pada efisiensi dan PHK setelah pemindahan kepemilikan perusahaan nanti," katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Polisi minta warga luar Jakarta tidak ikut demo

Selanjutnya

Pemerintah berkomitmen kurangi sampah plastik di laut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe