Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Korban penembakan Florida kecam Trump soal kontrol senjata
  • Rabu, 21 Februari 2018 — 16:19
  • 839x views

Korban penembakan Florida kecam Trump soal kontrol senjata

Trump malah menyerang pihak FBI dan para anggota Kongres yang menyelidiki intervensi Rusia dalam pemilihan umum 2016.
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Florida, Jubi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikecam oleh seorang korban penembakan di Florida atas hubungannya yang kuat dengan National Rifle Association (NRA) atau Asosiasi Senjata Nasional, dalam unjuk rasa menuntut pengendalian kepemilikan senjata pada Sabtu (17/2) kemarin.

Emma Gonzalez menyampaikan sebuah pidato yang berapi-api kepada kerumunan siswa, orang tua dan penduduk di dekat Ft. Lauderdale, Florida. Pidato tu disampaikan pasca aksi penembakan yang dilakukan oleh seorang remaja bernama Nikolas Cruz (19), baru-baru ini, yang menewaskan 17 orang di Marjory Stoneman Douglas High School, Rabu, 14 Februari 2018 lalu.

"Kepada setiap politisi yang mengambil sumbangan dari NRA, Anda memalukan!" ucapnya seraya mengarahkan kecaman pada Trump karena mendapat dukungan jutaan dolar yang diperolehnya dari lobi senjata api.

"Anda memalukan," sahut demonstran lainnya.

Sementara itu di Washington, tanggapan politik memperjelas bahwa lobi pro-senjata NRA tetap kuat. Di sisi lain, Trump sendiri menyebut aksi penembakan itu disebabkan krisis kesehatan mental, bukan karena kesalahan pengendalian senjata.

"Jika presiden ingin mendatangi saya dan mengatakan kepada saya bahwa ini adalah tragedi yang mengerikan dan ... bagaimana tidak ada yang akan dilakukan mengenai hal itu, saya akan dengan senang hati bertanya kepadanya berapa banyak uang yang dia terima dari National Rifle Association," kata Gonzalez dalam pidatonya yang berapi-api.

Dia menuding Trump menerima US$30 juta (sekira Rp406 miliar), mengutip jumlah yang dikeluarkan oleh NRA untuk mendukung Trump mengalahkan Hillary Clinton.

Trump malah menyerang pihak FBI dan para anggota Kongres yang menyelidiki intervensi Rusia dalam pemilihan umum 2016. Dia menyebut fokus berlebihan aparat pada kasus itu membuat para penyidik gagal mencegah penembakan massal di Florida.

Lewat rangkaian twit pada akhir pekan lalu, dari kediamannya di Mar-a-Lago di Florida, Trump mengatakan penyelidikan dan "kebencian" politis Kongres menunjukkan Rusia telah berhasil menebar "perselisihan, gangguan dan kekacauan" di Amerika Serikat.

Direktur FBI Christopher Wray juga telah dipaksa mengundurkan diri, karena gagal menyelidiki peringatan penembakan yang dilakukan Nikolas Cruz di Florida. Pasalnya, ancaman dan peringatan tersebut telah muncul enam minggu sebelum serangan terjadi.

Agensi tersebut mengatakan seseorang yang dekat dengan pelaku memberitahukan adanya peringatan pada FBI, tepatnya pada 5 Januari. Namun peringatan ancaman tersebut tidak diteruskan.

Pria bernama Ben Bennight melaporkan kepada FBI pada bulan September tentang sebuah komentar di Youtube dengan nama Cruz yang berbunyi: "Saya akan menjadi penembak sekolah profesional."

"Penelepon memberikan informasi tentang kepemilikan senjata Cruz, keinginan untuk membunuh orang, perilaku tidak menentu, dan mengganggu dengan unggahan di media sosial, serta potensi dirinya melakukan penembakan di sekolah," kata FBI.

Gubernur Florida Rick Scott mengatakan kegagalan FBI dalam mengambil tindakan tidak bisa diterima. Dia juga memaksa agar Direktur FBI mengundurkan diri.

"Tujuh belas orang tak bersalah tewas, dan pengakuan kesalahannya tidak akan memutusnya (dari desakan mundur). Permintaan maaf tidak akan pernah membawa orang-orang Florida kembali ke kehidupan atau kenyamanan, (terutama pada) keluarga yang sedang sakit," kata Gubernur Scott dilansir dari laman Sky News.(*)

Sumber: CNN Indonesia/Merdeka.com

 


 

loading...

Sebelumnya

Mozambik berjuang lindungi 300 ribu hektar hutan bakau

Selanjutnya

Ada “perubahan berbahaya” di Timur Tengah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe