Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Sagu Foundation genjot sosialisasi ke publik Papua
  • Jumat, 23 Februari 2018 — 16:02
  • 1040x views

Sagu Foundation genjot sosialisasi ke publik Papua

Stand menghadirkan alumni FMIPA yang diundang  untuk memperkenalkan sistem pendidikan bahasa Inggris dan kesempatan kuliah ke luar negeri.
Tisha Rumbewas (kemeja Putih) saat menjelaskan kepada pengunjung di stand Sagu Foundation – Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura,Jubi – Salah satu lembaga pendidikan swadaya mandiri di Papua, Sagu Foundation, terus menggenjot sosialisasi ke publik. Salah satu langkah yang dilakukan membuka stand di setiap momentum, baik di kampus maupun pameran.

“Salah satunya  membuka stand pameran dalam rangka ulang tahun fakultas  Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Cenderawasih yang ke 20 di Waena,” kata Direktur Sagu Foundation, Tisha Rumbewas, Jumat (23/2/2018).

Stand menghadirkan alumni FMIPA yang diundang  untuk memperkenalkan sistem pendidikan bahasa Inggris dan kesempatan kuliah ke luar negeri. Hal itu dinilai penting karena  lulusan FMIPA punya jangkauan  luas di berbagai bidang.

“Idenya adalah memperkenalkan, kami menjelaskan bagaimana cara kuliah di luar negeri,” kata Rumbewas, menambahkan.

Menurut dia, para pengunjung ke stand yang ia buka tak hanya dari mahasiswa fakultas MIPA, namun juga dari berbagai jurusan di Uncen serta siswa SMA di Jayapura.

Kehadiran mereka dinilai penting saat banyak anak Papua yang dikirim dari Pemda sampai hari ini ada yang belum kuliah ke luar negeri.

“Itu karena kurang informasi, karena jika informasi itu disampaikan saat berada di di bangku SMA, pasti ada persiapan untuk belajar bahasa Inggris,” katanya.

Di stand yang ia buka itu juga memberikan penjelasan ke pengunjung tentang standar ke luar negeri yang beda, salah satunya harus memenuhi lulus martikulasi.

Erik, seorang pengunjung stand Sagu Foundation, merasa tertarik karena baru pertama kali mendengar penjelasan langsung dari orang yang mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri dan selesai tepat waktu.

Siswa SMA Negeri 1 Wamena  itu merasa informasi sangat bagus. “Kalau boleh, ke depan bisa sosialisasi ke kabupaten-kabupaten agar kami juga mendapatkan informasi bagaimana cara kuliah di luar negeri,” kata Erik. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Peralihan SMA/SMK lamban, pendidikan di Papua terancam

Selanjutnya

Kopertis XIV bekukan opersional AKY Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8338x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6336x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5956x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4185x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe