Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pengembangan pariwisata Asmat terkendala transportasi
  • Jumat, 23 Februari 2018 — 20:35
  • 977x views

Pengembangan pariwisata Asmat terkendala transportasi

"Masalah utama ke Asmat adalah transportasi yang kurang mendukung. Kalau mau carter pesawat Rp 38 juta (kapasitas maksimal tujuh orang) untuk satu kali jalan, tidak pulang-pergi," ujar Ketua Asita Papua, Iwanta Parangin-Angin, di Jayapura, Jumat (23/2/2018).
Ilustrasi, Suku Asmat yang terkeal dengan ukiran kayunya – Jubi/gurupendidikan.co.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pengurus Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi Papua mengungkapkan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Asmat terkendala transportasi karena belum ada jadwal penerbangan rutin.

"Masalah utama ke Asmat adalah transportasi yang kurang mendukung. Kalau mau carter pesawat Rp 38 juta (kapasitas maksimal tujuh orang) untuk satu kali jalan, tidak pulang-pergi," ujar Ketua Asita Papua, Iwanta Parangin-Angin, di Jayapura, Jumat (23/2/2018).

Ia mengungkapkan pada era tahun 1990-an, sektor pariwisata Asmat cukup berkembang dan banyak didatangi wisatawan karena pada saat itu masih ada layanan penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Merpati Airlines.

"Padahal kalau masih berjalan masyarakat dapat pendapatan, mulai dari penyewaan perahu hingga turis yang membeli kerajinan," kata dia.

Menurut dia, selain masalah transportasi, pengelolaan kegiatan pariwisata pun menjadi salah satu penyebab lemahnya kemajuan pariwisata di daerah tersebut.

"Pariwisata di Asmat turun sejak ada pemekaran kabupaten. Sebelum pemekaran kegiatan dikelola oleh keuskupan, sekarang pemerintah," kata dia.

Iwanta menilai potensi pariwisata di Kabupaten Asmat masih bisa ditingkatkan kembali karena masih banyak wisatawan yang menanyakan rute perjalanan ke wilayah tersebut.

"Untuk ke Asmat banyak yang tanya, tetapi ketika dikasih tahu mengenai biaya, mereka biasanya mundur. Biasanya kami tawarkan paket wisata senilai 3.000 dolar AS. Umumnya yang datang ke Asmat adalah spesical interest, biasanya pecinta barang antik," kata Iwanta. (*)

loading...

Sebelumnya

Beras mahal, pembeli beralih ke beras Bulog

Selanjutnya

Cetak pengusaha muda Papua, HIPMI gelar diklatda 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32889x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8932x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6441x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5781x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5597x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe