Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kopertis XIV bekukan opersional AKY Jayapura
  • Sabtu, 24 Februari 2018 — 10:38
  • 514x views

Kopertis XIV bekukan opersional AKY Jayapura

"Salah satu akademi yang mengelola program diploma tenaga kesehatan keperawatan tak penuhi syarat akademik tenaga dosen yang dimiliki. Contohnya, enam tenaga dosen wajib dipenuhi untuk program studi bersangkutan, hanya ada satu yang berkualifikasi tenaga keperawatan, sementara enam dosen lainnya bukan merupakan tenaga pengajar sesuai jurusan," ungkap Ketua Kopertis XIV Papua dan Papua Barat, Dr Suriel Mofu M.Phil, di Biak, Sabtu (24/2/2018).
Ilustrasi, Riset dan Dikti – Jubi/kopertis14.or.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Biak, Jubi - Kopertis IV Papua dan Papua Barat membekukan izin operasional satu perguruan tinggi swasta berinisial AKY Jayapura karena tidak memenuhi syarat dalam menyelenggarakan perkualiahan pendidikan tinggi sesuai aturan berlaku.

"Salah satu akademi yang mengelola program diploma tenaga kesehatan keperawatan tak penuhi syarat akademik tenaga dosen yang dimiliki. Contohnya, enam tenaga dosen wajib dipenuhi untuk program studi bersangkutan, hanya ada satu yang berkualifikasi tenaga keperawatan, sementara enam dosen lainnya bukan merupakan tenaga pengajar sesuai jurusan," ungkap Ketua Kopertis XIV Papua dan Papua Barat, Dr Suriel Mofu M.Phil, di Biak, Sabtu (24/2/2018).

Ia mengakui jika perguruan tinggi swasta tak memenuhi syarat akademik kelembagaan pendidikan tinggi maka yang menjadi korban dan mengalami kerugian adalah mahasiswa maupun orang tua yang sudah mengeluarkan biaya besar tetapi status perguruan tinggi bersangkutan tidak jelas.

Suriel Mofu berharap orang tua atau calon mahasiswa yang akan berkuliah di berbagai perguruan tinggi swasta harus mengecek benar status PTS guna mencegah adanya ijazah lulusan yang abal-abal tidak diakui negara atau ilegal.

Dengan adanya tindakan pembekuan operasional PTS di wilayah Kopertis XIV Papua dan Papua Barat, menurut Suriel Mofu, diharapkan tidak menjadikan mahasiswa korban kepemilikan ijazah yang dikeluarkan PTS tertentu tidak sah sesuai dengan aturan pendidikan tinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kopertis XIV Papua dan Papua Barat, menurut Suriel Mofu, harus menegakan aturan untuk pengelolaan setiap PTS yang beroperasi di Tanah Papua.

"Dalam aktivitas mengelola pendidikan tinggi swasta ada masalah dihadapi PTS harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Kopertis XIV Papua dan Papua Barat sebagai kepanjangan tangan operasional dari kelembagaan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi di daerah," harapnya.

Suriel Mofu berkomitmen untuk membantu pengembangan setiap PTS dalam menjalankan misi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk mencerdaskan anak-anak Papua yang berkualitas dan profesional dalam bidang keilmuan teretntu.

Berdasarkan data, Kopertis XIV Papua dan Papua Barat menanganai sebanyak 60 perguruan tinggi swasta dengan status akreditasi lembaga pendidikan tinggi masih dominan B dan C. (*)

loading...

Sebelumnya

Sagu Foundation genjot sosialisasi ke publik Papua

Selanjutnya

Kopertis XIV Papua usulkan 211 formasi dosen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe