Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI
  • Sabtu, 24 Februari 2018 — 11:20
  • 1362x views

Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI

Rekor MURI dianugerahkan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kemen-PUPR, atas pengiriman rangka baja pelengkung bagian tengah secara utuh dengan jarak terjauh, dan pengangkatan, serta pemasangan rangka baja jembatan dalam bentuk utuh terpanjang. “Ini menjadi inovasi baru dalam pengiriman kerangka baja boks pelengkung terpanjang dengan bentang 112,5 meter dan berat 2.000 ton,” kata Manajer MURI, Andre Koandono.
Proses pengangkatan Lifting Centre Span 1 Jembatan Holtekam – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan penghargaan museum rekor dunia Indonesia (MURI) atas pelaksana pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp, Teluk Youtefa, Kota Jayapura.

Penghargaan itu diserahkan bersamaan dengan pemasangan Lifting Center Span-1 oleh perusahaan Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Hutama Karya (HK), dan PT Ninda Karya (NK), Rabu (21/2/2018).   

Rekor MURI dianugerahkan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kemen-PUPR, atas pengiriman rangka baja pelengkung bagian tengah secara utuh dengan jarak terjauh, dan pengangkatan, serta pemasangan rangka baja jembatan dalam bentuk utuh terpanjang.

“Ini menjadi inovasi baru dalam pengiriman kerangka baja boks pelengkung terpanjang dengan bentang 112,5 meter dan berat 2.000 ton,” kata Manajer MURI, Andre Koandono.

Andre mengakui pengiriman rangka jembatan baja secara utuh ini baru pertama kali terjadi di dunia.

“Biasa rangka jembatan itu dikirim dan dipasang secara parsial, tetapi untuk jembatan Hamadi-Holtekamp ini utuh dari pabrik PT PAL di Surabaya, kemudian dikirim secara utuh dengan jarak yang paling terjauh,” katanya.

Kepala Balai Jalan dan Jembatan Papua, Usman Marbun, mengatakan penghargaan MURI bukan hanya kebanggan pihaknya, tetapi juga masyarakat Papua, khususnya Kota Jayapura.

Pengerjaan Lifting Centre Span 1 Jembatan Hamadi-Holtekam menjadi pekerjaan pertama yang mendapat izin setelah moratorium terhadap pengerjaan proyek infrastruktur oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (20/2/2018).

Izin pelaksanaan proyek ini dilakukan pasca evaluasi terhadap metode kerja (SOP), SDM, peralatan, termasuk desain konstruksi jembatan oleh pihak konsorsium bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Keselamatan Bangunan Gedung (KKBG), dan Komisi Keselamatan Konstruksi (KKK) bersama Badan Litbang PUPR.

“Pekerjaan lifting centre span 1 Jembatan Holtekamp ini yang pertama mendapat izin dengan catatan harus dilakukan kembali uji coba sinkronising proses, sebab pekerjaan ini menggunakan inovasi tinggi sehingga tidak boleh gagal,” kata Dirjen Bina Marga Kemen-PUPR, Arie Setiadi Moerwanto.

Meski demikian, pihaknya optimistis pengangkatan span 1 jembatan ini tidak ada hambatan, sebab sudah dievaluasi terlebih dahulu.

“Kita semua tidak boleh ragu, ini memang sudah standar dan prosedur yang harus dilakukan, sehingga ada uji coba kontrol yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi alam, gelombang dan lainnya. Intinya diharapkan proses ini berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Anggota KKJTJ Kementrian PUPR, Herry Vaza, mengaku sudah mengecek design awal, job safety analisis hingga proses pengelasan jembatan.

“Diharapkan proses ini dapat berjalan sesuai harapan,” katanya.

Jembatan Hamadi-Hotelkamp merupakan jembatan yang dibangun dengan inovasi terbaru dan termodern. Rangka baja jembatan ini sepanjang 125 meter dengan berat 12 ribu ton yang dikirim dari PT PAL Surabaya dengan jarak 3.200 km.

Jembatan ini merupakan salah satu sarana pendukung PON Papua 2020. Juga salah satu jembatan dengan bentang terlebar dan terberat hingga mendapat rekor MURI. Pelaksanaan lifting centre pun menyabet rekor MURI.

Pelaksanaan lifting jembatan menggunakan metode pengangkatan, dua pasang hidrolik dipasang untuk mengangkat bentang utama jembatan, satunya dipasang di jembatan pendekat dari arah Hamadi, satu lainnya  dan satunya dipasangkan di tiang jembatan yang dibangun di tengah laut. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam untuk mengangkat center span 1  agar dapat disambungkan pada jembatan pendekatan, selanjutnya dilakukan pengelasan agar tersambung dengan baik.

Dirut Infrastuktur PT Perusahan Perumahan (PP), Muhammad Toha Fauzi, mengatakan secara keseluruhan dibutuhkan kurang lebih 30 hari untuk proses lifting kedua bentangan.

“Setelah proses lifting centre span 1 dilakukan, maka untuk pemasangan berikutnya direncanakan dua pekan setelah itu,” kata Toha.

“Itu pun harus dilakukan koordinasi dengan BMG terkait kondisi cuaca. Jadi, kita harus sesuaikan jadwal dan jamnya,” lanjutnya.

Pemprov Papua akan mendukung proses pembangunan jembatan tersebut. Tiap tahun dialokasikan dana untuk mendukung proses pembangunan jembatan ini.

“Namun, dipastikan akan lebih dimaksimalkan di APBD Perubahan sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat Papua,” kata Sekda Papua, Hery Dosinaen.

Pemerintah Kota Jayapura pun memastikan akan membangun ruas jalan menuju Jembatan Holtekam dari ujung Pantai Hamadi sepanjang 300 meter.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Kamis (22/2/2018), mengatakan pemkot sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 35 miliar untuk membangun jalan yang menjadi tanggung jawab pemkot.

“Dana sudah ada namun proyek tersebut belum ditender karena masih menunggu pelantikan satuan kerja perangkat daerah (SKPD),” kata Rustan

Kini, lanjutnya, kondisi ruas jalan yang pembangunannya menjadi tanggung jawab pemkot

Jalan menuju Jembatan Holtekam harus melewati bukit, tetapi akan dipotong sehingga pengemudi nyaman saat melintasi kawasan tersebut.

Jembatan Holtekam sepanjang 732 meter akan melintas di atas Teluk Youtefa yang akan menghubungkan Hamadi-Holtekam dan dijadwalkan selesai November mendatang.

Jembatan Hamadi-Holtekamp dirancang sejak tahun 2013. Bentang utama sepanjang 400 meter dan pendekat 332 meter, 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari Holtekamp. Dengan demikian total panjangnya 732 meter, dan lebar 21 meter (terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan).

Biayanya mencapai Rp 1,7 triliun dengan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.

Jembatan ini bakal mempermudah akses transportasi masyarakat, sebab dapat memangkas jarak tempuh 17 km dan mengurangi kemacetan. Juga akan menjadi salah satu objek pariwisata di Kota Jayapura dan Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar

Selanjutnya

Harga beras mulai naik di beberapa lokasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe