Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Selamatkan generasi muda Papua dari miras dan narkoba
  • Minggu, 25 Februari 2018 — 17:00
  • 1228x views

Selamatkan generasi muda Papua dari miras dan narkoba

"Miras dan narkoba persoalan yang luar biasa, ada dalam masyarakat umumnya di tanah Papua. Kita juga sangat rentan dengan narkoba karena tinggal di daerah perbatasan sehingga sebagai anak muda dan generasi Papua, mari kita  jaga diri baik dari hal-hal yang dapat merugikan masa depan ini," ujarnya. 
Seminar sehari BEM Fisispol Uncen di Auditorium Uncen Abepura, Kamis (22/2/2018) lalu - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Selain berbahaya, minuman keras (Miras) dan Narkoba, sudah merusak bangsa, karena bisa menghilangkan nyawa, dan merusak kesehatan, juga bisa berurusan dengan hukum.

Atas dasar itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cendrawasih Jayapura menggelar seminar sehari bertema “Bahaya Miras dan Narkoba” di auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Kamis (22/2/2018) lalu.

Jonathan K. Waromi pembantu rektor III Uncen mengatakan, persoalan narkoba ini sudah mengancam semua lini. Papua yang memiliki batas Negara, memiliki kerentanan tinggi, masuknya miras dan narkoba. Untuk itu, selain mahasiswa, pemerintah dan juga siswa sekolah, peran media juga sangat penting dalam hal memberikan penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat langsung dalam penyuluhan bahaya miras dan narkoba.

"Miras dan narkoba persoalan yang luar biasa, ada dalam masyarakat umumnya di tanah Papua. Kita juga sangat rentan dengan narkoba karena tinggal di daerah perbatasan sehingga sebagai anak muda dan generasi Papua, mari kita  jaga diri baik dari hal-hal yang dapat merugikan masa depan ini," ujarnya. 

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat - BNN Papua Kasman, dalam materi diskusinya menyampaikan seputar bahaya dan jenis-jenis narkoba, dampak dan istilah-istilah yang digunakan untuk para konsumen.

"Nakoba bukan suatu jenis makanan atau minuman namun narkoba sendiri sebenarnya obat sehingga tidak akan pernah hilang dari Indonesia. Yang perlu kita lakukan adalah pengawasanan dan perlindungan serta penyuluhan melalui diskusi, seminar dan lainnya agar tidak disalahgunakan oleh masyarakat umum pelajar dan mahasiswa," ujarnya. 

Lanjutnya, untuk pecandu narkoba di Papua BNN melakukan rehabilitasi jalan karena BNN belum memiliki gedung untuk menampung pecandu narkoba.

"Untuk pemasok sendiri kami sendiri kesulitan untuk penanganannya sehingga kami sedang melakukan perekrutan anggota BNN secara sukarela karena Miras dan Narkoba musuh kita bersama," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Anias Lengka Ketua Solidartas Anti Miras dan Narkoba (SAMNP) Kota Jayapura menyampaikan, beberapa poin penting yang perlu di dorong adalah melakukan audiensi dengan pihak-pihak pengambil keputusan dan pembuat Undang-undang untuk menyatukan Perda Nomor 15 tahun 2013 tentang peredaran, produksi dan peredaran miras di Papua .

"Namun  pemerintah kota dengan dalil bahwa masih ada Undang-undang yang lebih tinggi dari Perda nomor 13 tahun 2015, yakni Permen nomor 74 tahun 2013 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol namun selama kami patuh terhadap peraturan menteri, presiden dan daerah.”

“Kelangsungan hidup manusia terancam setiap saat, sehingga kami akan lakuan upaya-upaya lain untuk menutup semua penjualan minuman keras di Papua dengan dasar Perda nomor 15 Tahun 2013, sehingga kami minta dukungan kepada semua masyarakat yang peduli terhadap jiwa manusia Papua," ujar Anias. (*)

loading...

Sebelumnya

Kopertis XIV Papua usulkan 211 formasi dosen

Selanjutnya

Imayawa Bandung gelar musyawarah besar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8328x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6336x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5956x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4180x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe