Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Diperkirakan 60 persen masyarakat asli Paniai pelaku judi togel dan dadu
  • Rabu, 02 November 2016 — 17:30
  • 3256x views

Diperkirakan 60 persen masyarakat asli Paniai pelaku judi togel dan dadu

“Kedua jenis perjudian pada akhirnya pasti saja kalah ibarat sebuah sulap. Tetapi, masyarakat merasa perjudian itu satu-satunya mata pencarian hidup,” katanya.
Ilustrasi dadu - IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Toto gelap (Togel) dan perjudian dadu merupakan salah satu penyakit sosial yang tentu akan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Seperti di Paniai perjudian ini dinilai telah dilakukan oleh beberapa oknum aparat dan warga Paniai.

Tokoh pemuda Paniai, Tinus Pigai mengatakan, hal ini adalah bentuk pelanggaran atas intruksi Bupati Paniai yang dilakukan warganya sendiri.

“Mau dibawa ke mana masyarakat Paniai. Jika, aktor pelaku judi togel dan dadu adalah oknum aparat keamanan, DPRD dan PNS,” jelas Tinus Pigai kepada Jubi via selular, Selasa, (01/11/2016) dari Paniai.

Ditegaskann Tinus, semakin hari judi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Paniai, baik pemuda, orang tua dan oknum aparat, anggota DPRD, PNS serta pengusaha hingga kuli bangunan.

Menurutnya, diperkiraan sekitar 60 persen masyarakat dari jumlah penduduk asli Paniai telah menjadi pelaku dan pemain.

“Kedua jenis perjudian pada akhirnya pasti saja kalah ibarat sebuah sulap. Tetapi, masyarakat merasa perjudian itu satu-satunya mata pencarian hidup,” katanya.

Ia menyindir, hal ini bahkan membuat kebanyakan warga Paniai lupa aktivitasnya seperti berkebun, beternak, buat pagar, cari kayu dan lainnya di daerah ini.

Sekretaris Kampung Aikai, Yan Pigai menilai, setiap hari bisa dijumpai masyarakat Paniai bermain kedua jenis judi itu di semua sudut mulai kota Enarotali hingga Madi.

“Perjudian yang dilakukan warga ini semakin terlihat seperti penyakit akut yang tidak mudah di berantas dengan cara kekerasan, marah, pukul atau sweeping,” ujar Pigai.

Ia berharap, ada regulasi yang ditetapkan oleh Pemkab setempat tentang penuntasan dan pemberhentian togel dan dadu.

“Itu untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan lebih maju. Serta tak secepat ini terjerumus ke penyakit sosial ini,” paparnya. (*)

 

Sebelumnya

Paslon “Ya! Ok!” tawarkan 12 Misi, 78 Program dan 17 Prioritas untuk Dogiyai Bahagia

Selanjutnya

Panwaslu Dogiyai kabulkan gugatan Herman Auwee

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe