Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Jelang Pilkada, waspadai peredaran uang palsu
  • Selasa, 27 Februari 2018 — 15:32
  • 878x views

Jelang Pilkada, waspadai peredaran uang palsu

Salah seorang pengguna media sosial di Kabupaten Kepulauan Meranti mengunggah pengalamannya mendapat beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu. Ternyata, uang tersebut luntur saat terkena air.
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Gorontalo, Jubi- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mengantisipasi peredaran uang palsu jelang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Buwono Budisantoso, saat berada di Gorontalo mengatakan perbankan di Gorontalo diharapkan paham dengan ciri keaslian uang rupiah yang baru.

"Kita sekarang dalam taraf waspada, karena mendekati Pilkada. Dan sesuai dengan arahan dari kantor pusat, pada masa Pilkada seluruh perbankan diminta untuk disosialisasikan tentang ciri keaslian uang rupiah," jelasnya, Sabtu ( 24/2/2018) lalu.

"Perbankan diminta untuk diberikan edukasi secara intensif agar kita bisa menangkal peredaran uang palsu," kata dia.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada perbankan di Gorontalo agar mengetahui uang rupiah asli atau palsu.

"Dalam sosialisasi tersebut kita memberikan cara singkat kasir perbankan untuk mengenal uang palsu dari sekian banyak uang asli," .

Hal itu perlu diketahui oleh para kasir perbankan karena biasanya uang yang masuk ke bank biasanya dalam jumlah banyak, sehingga harus dengan cepat membedakannya.

"Kami juga memberikan cara-cara terkait pelaporan uang palsu, dan BI kini ada sistem baru yaitu Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC), atau cara menangani uang palsu," ujarnya.

Dengan ada cara yang baru, BI meminta perbankan untuk melaporkan dan pihaknya saat ini memiliki alat untuk memeriksa keaslian uang.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau mengantisipasi peningkatan peredaran uang palsu selama pelaksanaan pesta demokrasi di provinsi itu.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar waspada dan teliti, pastikan secara teliti dengan cara diraba, dilihat, dan diterawang," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang.

Sebelumnya keberadaan uang palsu beredar luas di media sosial Facebook. Salah seorang pengguna media sosial di Kabupaten Kepulauan Meranti mengunggah pengalamannya mendapat beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu. Ternyata, uang tersebut luntur saat terkena air.

Belum ditemukan pihak bertanggung jawab dalam kasus tersebut. "Masih penyelidikan, belum ada tersangkanya," ujarnya.

Nandang tidak menampik jika momen pesta rakyat terjadi peningkatan peredaran uang palsu. Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan telah memerintahkan kepada jajarannya untuk terus meningkatkan kewaspadaan. (*)
 


 


 


 


 


 


 


 

loading...

Sebelumnya

Petani Kendari produksi beras premium

Selanjutnya

Sarang burung walet, harga memukau tapi tak terduga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe