Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Tersangka korupsi gereja fiktif lewat pintu VIP, petugas bandara geram
  • Rabu, 28 Februari 2018 — 08:26
  • 957x views

Tersangka korupsi gereja fiktif lewat pintu VIP, petugas bandara geram

"Petugas bandara sudah larang karena ada aturan penggunaan ruang VIP sesuai surat edaran Gubernur Papua Barat, selain pejabat daerah dan tamu dilarang lewat VIP. Tapi mereka tetap terobos," ujar petugas Bandara Rendani yang enggan menyebutkan namanya, yang menyaksikan perdebatan tersebut.
Foto surat edaran Gubernur Papua Barat tentang penggunaan ruang VIP yang terpajang di pintu depan ruang VIP Bandara Rendani Manokwari – Jubi/Hans Arnold
Admin Jubi
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi - Insiden tawar-menawar sempat terjadi di pintu kedatangan ruang VIP Bandara Rendani Manokwari antara petugas bandara dan anggota Reskrimsus Polda Papua Barat karena tersangka korupsi yang digiring melalui ruang VIP saat tiba di Bandara Rendani menggunakan maskapai penerbangan Batik Air, Rabu (28/2/2018) pukul 06.00 WP.   

Kepada Jubi Manokwari, seorang petugas Bandara yang enggan namanya disebut mengatakan sempat menyaksikan perdebatan itu.

"Petugas bandara sudah larang karena ada aturan penggunaan ruang VIP sesuai surat edaran Gubernur Papua Barat, selain pejabat daerah dan tamu dilarang lewat VIP. Tapi mereka tetap terobos," ujarnya menjelaskan.

Diketahui, tersangka korupsi berinisial MA yang dijemput tim Reskrimsus Polda Papua Barat adalah DPO kasus korupsi penggunaan dana fiktif Gereja Alfa Omega Klagete Kota Sorong yang bersumber dari APBD Papua Barat tahun anggaran 2014 senilai Rp 1 miliar. 

Sebelumnya, Selasa (27/2/2018) kemarin, Kepala Unit Penyidik Tipikor Polda Papua Barat, AKP Tommy H. Pontororing, melalui telepon selulernya, mengatakan tersangka MA berhasil ditangkap di Kota Bekasi Jawa Barat sekira pukul 11.00 WIB pada hari Senin, 26 Februari 2018 atas bantuan Kanit Opsnal Polsek Bekasi Kota.

Dijelaskan Tommy, kasus ini berawal saat tersangka MA membuat permohonan bantuan (proposal) fiktif atas nama ketua panitia pembangunan Gereja Alfa Omega Klagete Kota Sorong. 

Diwaktu yang sama, panitia pembangunan gedung Gereja itu juga mengajukan proposal permohonan dana hibah ke Provinsi Papua Barat tapi ditahan oleh seorang oknum staf di OPD teknis proposal itu dituju.

Keterangan dalam pemeriksaan awal, tersangka MA mengaku dana proposal gereja fiktif  Rp 1 miliar itu dinikmati oleh sejumlah pihak.

"Tersangka baru satu, tapi akan kita kembangkan lagi sesuai pengakuan dan bukti-bukti yang diperoleh dari tersangka MA. Yang jelas ada target tersangka baru," ujar Tommy menjelaskan. (CR-2*)

loading...

Sebelumnya

MRP PB dan DAP: Kursi Legislatif Papua Barat 80 persen harus OAP

Selanjutnya

Gadis 11 tahun, korban pembunuhan dan percobaan perkosaan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3120x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1266x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1235x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe