Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pemprov minta pengembangan kopi ditangani baik
  • Rabu, 02 November 2016 — 18:39
  • 872x views

Pemprov minta pengembangan kopi ditangani baik

"Harapan kami dengan adanya perhatian pemerintah, masyarakat akan menjadi petani kopi yang memiliki citarasa tinggi dan mendunia," kata Elia kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (2/11/2016).
Kepala Dinas Perindagkop UKM Dogiyai Andrias Gobay dan petani kopi Dogiyai, dan Hanoc Herison Pigai mempromosikan kopi Dogiyai– Jubi/Ist.
Alexander Loen
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta pengembangan kopi di Papua, khususnya wilayah Pegunungan bisa ditangani dengan baik oleh Dinas Perkebunan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan untuk wilayah Lapago, khususnya Kabupaten Tolikara hasil kopi yang dikembangkan masyarakat sudah di ekspor hingga ke Bali.

"Harapan kami dengan adanya perhatian pemerintah, masyarakat akan menjadi petani kopi yang memiliki citarasa tinggi dan mendunia," kata Elia kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (2/11/2016).

Untuk meningkatkan produksi, ujar Elia, perlu ada bimbingan dan penambahan pengetahuan bagi para petani kopi, agar apa yang dihasilkan kedepan lebih baik lagi.

"Untuk jenis kopi yang dikembangkan adalah kopi arabika, kami berharap kopi di wilayah Pegunungan dapat ditangani dengan baik walupun fokus untuk satu wilayah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musaad mengatakan pengembangan perkebunan kopi di wilayah Laapago dan Meepago akan menjadi urusan bersama. Beberapa dinas akan
terlibat langsung, seperti Dinas Perkebunan, Perindustrian dan Perdagangan serta badan percepatan pembangunan kawasan Papua.

Menurutnya, pengembangan kopi di Papua akan dilakukan di Pania, Dogiyai, Deyai, Wamena, dan Tolikara.

"Pengembangan kopi ini skala besar, sehingga menjadi urusan keroyokan dan dinas terkait akan langsung turun ke lapangan," kata Musaad. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga sembako masih stabil jelang Desember

Selanjutnya

Harga pinang meroket di pasar tradisional Hamadi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6087x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5702x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe