Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Lapter Ransiki, peninggalan zending yang dilupakan
  • Kamis, 03 November 2016 — 11:35
  • 1108x views

Lapter Ransiki, peninggalan zending yang dilupakan

“Mereka sudah tinjau. Itulah (belum layak) jawaban akhirnya belum dapat dikembangkan,” katanya kepada Jubi di Ransiki, Rabu (2/11/2016).
Kondisi lapangan terbang (lapter) peninggalan Jepang dan Belanda di Kampung Abreso, Distrik Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat yang dipenuhi rerumputan – Jubi/Niko
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ransiki, Jubi – Lapangan terbang (lapter) Ransiki di Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat kini tak terurus.

Lapter tertua dan peninggalan Jepang hingga zending zaman Belanda ini ditumbuhi rerumputan setinggi kira-kira 50 sentimeter.

Pada zaman pemerintahan Jepang, lapter ini menjadi salah satu bandara pusat pergerakan Jepang di wilayah Pasifik sejak Perang Dunia II. Selain itu, pernah dijadikan sebagai bandara penginjil zending sekolah guru jemaat GKI di Tanah Papua, yang berpusat di Ransiki. Kini ditumbuhi rerumputan.

Namun setelah peralihan tahun 1980-an hingga 1990-an lapter ini pernah digunakan oleh PT. Corans Ransiki untuk mengangkut kakao atau cokelat dari Ransiki ke luar Papua.

Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran mengatakan dirinya bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Perhubungan Udara pernah berkunjung ke lapter ini. Namun dalam pemaparannya Dirjen Kementerian Perhubungan Udara mengatakan lapter ini belum layak dikembangkan menjadi bandara (bandar udara).

“Mereka sudah tinjau. Itulah (belum layak) jawaban akhirnya belum dapat dikembangkan,” katanya kepada Jubi di Ransiki, Rabu (2/11/2016).

Meski demikian, kata dia, Pemerintah Kabupaten Mansel tak berkecil hati dan tetap mengupayakan pengembangan dan pembangunan Bandara Ransiki.

Manokwari Selatan dimekarkan dari Kabupaten Manokwari berdasarkan UU No. 23 tahun 2012 tentang Pembentukan Manokwari Selatan. Ibu kotanya Ransiki.

Lapter yang berada di Kampung Abreso, Distrik Ransiki ini sebagai salah satu infrastruktur yang harus dikembangkan dan layak dikembangkan menjadi bandara.

Ketua Dewan Adat Suku Ransiki (DAS) Ransiki saat pertemuan dengan Pemkab Mansel, Jumat (12/8/2016), seperti dilansir salah satu media lokal di Papua Barat bersedia menyerahkan lahan seluas 600 hektare pengembangan Bandara Ransiki.

 “Sebagai salah satu pemilik hak ulayat dan mewakili lainnya, kami serahkan lahan ini agar digunakan untuk pembangunan bandara, serta fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Bambang mengaku telah mengusulkan beberapa bandara. Salah satunya usulan pengembangan Bandara Ransiki sebagai bandara perintis.

Kepala Bandara Rendani Manokwari, Wahyu Anwar, kepada Antara di Manokwari, Selasa (27/9/2016) mengatakan pihaknya memiliki perhatian untuk pengembangan bandara ini.

“Kalau tahun ini perbaikan selesai, tahun depan akan mulai beroperasi.Mungkin pesawat kecil dulu jenis Cessna,” kata Wahyu. (*)

Sebelumnya

Bupati Mansel restui Pelabuhan Oransbari jadi titik tol laut

Selanjutnya

Pembunuh dua mahasiswa Unipa akhirnya ditangkap

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe