Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Pembunuhan gadis 11 tahun, polisi kantongi identitas terduga pelaku 
  • Jumat, 02 Maret 2018 — 15:40
  • 2316x views

Pembunuhan gadis 11 tahun, polisi kantongi identitas terduga pelaku 

Kapolres menyebut terduga pelaku saat ini masih bersembunyi. Diduga ada pihak-pihak yang membantu dalam persembunyiannya. "Saya tegaskan, siapapun pihak yang bantu sembunyikan terduga pelaku, bila kami ketahui, akan kami proses dalam kasus turut serta dalam menyembunyikan terduga pelaku," ujar Kapolres Adam Erwindi
Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi – Jubi/Hans Arnold
Admin Jubi
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi – Tim gabungan Reserse Kriminal Opsnal Polres Manokwari sudah mengantongi identitas terduga pelaku pembunuhan dan percobaan perkosaan gadis 11 tahun di Manokwari. Terduga pelaku saat ini dalam pengejaran aparat. 

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, menyampaikan hal ini kepada Jubi, di Manokwari, Jumat (2/3/2018).

“Kebenaranya akan terungkap jika terduga sudah ditangkap. Demi kepentingan penyelidikan, kami belum bisa membeberkan identitas pria bejat tersebut. Mohon dukungan doa dari semua pihak, agar pelaku cepat ditangkap,” katanya. 

Kapolres menyebut terduga pelaku saat ini masih bersembunyi. Diduga ada pihak-pihak yang membantu dalam persembunyiannya.

"Saya tegaskan, siapapun pihak yang bantu sembunyikan terduga pelaku, bila kami ketahui, akan kami proses dalam kasus turut serta dalam menyembunyikan terduga pelaku," ujar Kapolres Adam Erwindi, melalui pesan singkatnya.

Ketua Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengutuk keras pelaku pembunuhan anak 11 tahun di Manokwari yang diduga kuat diawali dengan kekerasan seksual percobaan perkosaan pada Kamis, 1 Maret 2018.

Siswi Kelas V-B SD Inpres 42 Tamanria Wosi di Manokwari, putri dari pasangan SY dan MA, warga Jalan Swapen Perkebunan Distrik Manokwari Barat, ditemukan tak bernyawa, tidak jauh dari rumahnya. 

Hasil visum mencatat penyebab korban meninggal dunia akibat luka serius pada kepala. Ada lebam di sekujur badan korban. Ditemukan luka memar pada kemaluan korban. 

"Patut diduga kuat korban mengalami kekerasan seksual yaitu percobaan perkosaan sebelum korban dihilangkan hak hidupnya secara paksa," ujar Arist Merdeka Sirait, melalui siaran persnya, kepada Jubi Manokwari, Jumat (2/3/2018).

Setelah mempelajari kronologi peristiwa pembunuhan yang dijelaskan ibu korban dan saksi lainnya kepada polisi di Manokwari, Komnas PA mendesak Polres Manokwari segera mengungkap tabir pembunuhan tersebut dan menangkap pelaku.

Arist Merdeka Sirait juga mengatakan dari informasi yang dikumpul dari para pegiat perlindungan anak di Manokwari, dan atas dasar pengalaman empirik Komnas Perlindungan Anak dalam mengungkap pembunuhan yang diawali dengan kekerasan seksual terhadap anak, peristiwa ini biasanya tidak spontan begitu saja terjadi namun telah dilakukan pengamatan dan pendekatan sebelumnya, paling tidak pernah berkomunikasi dengan korban dan mengetahui kebiasaan-kebiasaan korban. 

"Untuk membongkar penghilangan paksa hak hidup dan dugaan kekerasan seksual percobaan perkosaan terhadap korban, Komnas PA mendorong Polres Manokwari segera melokalisir tempat kejadian perkara (TKP) dan memperbanyak saksi-saksi di sekitar TKP serta menjerat pelaku dengan pasal berlapis yang diatur dalam ketentuan padal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014, junto UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 dengan ancaman pidana pokok minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun dan dapat ditambahkan dengan ancaman hukuman seumur hidup," ujar Arist Merdeka Sirait. (CR-2*)  

loading...

Sebelumnya

Gadis 11 tahun, korban pembunuhan dan percobaan perkosaan

Selanjutnya

Kepsek SD Inpres Tamanria: Korban sosok murid periang dan ramah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe