Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Anak Papua jadi korban kekerasan seks, Yohana Yembise: Kutuk pelakunya
  • Jumat, 02 Maret 2018 — 18:27
  • 1787x views

Anak Papua jadi korban kekerasan seks, Yohana Yembise: Kutuk pelakunya

“Saya seorang Ibu Papua. Saya sakit mendengar terus menerus ada anak Papua yang harus meregang nyawa karena mengalami kekerasan seksual. Saya kutuk keras kejadian ini,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam keterangan persnya yang diterima Jubi, Jumat (2/3/2018).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise - Jubi/Dok.
Admin Jubi
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengutuk keras dan menyesalkan kejadian penemuan mayat anak perempuan berusia 11 tahun, di Swapen Perkebunan, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Kamis (1/3/2018), yang diduga kuat menjadi korban pembunuhan dan percobaan  perkosaan. 

“Saya seorang Ibu Papua. Saya sakit mendengar terus menerus ada anak Papua yang harus meregang nyawa karena mengalami kekerasan seksual. Saya kutuk keras kejadian ini,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam keterangan persnya yang diterima Jubi, Jumat (2/3/2018).

Dari informasi yang diperoleh Kementerian PPPA melalui Kapolres Manokwari, bahwa kuat dugaan korban mengalami kekerasan fisik dan seksual sebelumnya. Sebab hasil visum menyatakan ada luka dikepala yang diduga dipukul menggunakan batu, dan memar pada alat vital. Saat ini, polisi telah mengantongi nama tersangka dan sedang dalam tahap pencarian.

“Saya mengapresiasi kinerja dari pihak kepolisian untuk bergerak cepat mengusut kasus ini. Untuk itu, Kementerian PPPA siap membantu jika diperlukan bantuan dalam hal pendampingan ataupun pengawalan penyelesaian kasus. Hendaknya pelaku diberikan sanksi seberat-beratnya, kebiri saja,” tegas Yohana.

Untuk menghentikan kekerasan terhadap anak, Kementerian PPPA menghimbau agar semua masyarakat terlibat aktif dan bekerjasama untuk melindungi setiap anak. Berbagai upaya perlu dilakukan diantaranya, memberi pemahaman dan pendidikan mengenai seksualitas diri anak, terhadap apa yang boleh dan tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Setiap orang tua juga harus mampu menjalin komunikasi yang penuh kasih sayang dengan anaknya, sehingga bila terjadi masalah terhadap anak, orang tua lebih dulu mengetahui. 

“Kepada seluruh masyarakat, terutama komunitas yang paling kecil yaitu keluarga, untuk memiliki sensitifitas terhadap anak. Apabila ada potensi kekerasan terhadap anak disekitar kita, kita harus bergerak bersama untuk melindungi anak, karena setiap anak harus dilindungi,” pungkas Yohana. (*/Hans Arnold)

loading...

Sebelumnya

Kepsek SD Inpres Tamanria: Korban sosok murid periang dan ramah

Selanjutnya

Empat hari buron, Predator seks dan pembunuh anak dilumpuhkan Polisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9084x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6356x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5998x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4392x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe