Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Papua Bangkit
  3. KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal?
  • Sabtu, 03 Maret 2018 — 00:08
  • 949x views

KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal?

"Pemerintah pusat maupun KPK belum melakukan kajian khusus soal pelaksanaan Otsus di Papua. Jadi kita tidak bisa menuduh dan mangatakan Otsus Papua itu gagal," kata Saut, di Jayapura belum lama ini.
Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang menilai, adanya anggapan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) Papua gagal, hanya sebuah wacana saja, sebab belum ada pembuktiannya.

"Pemerintah pusat maupun KPK belum melakukan kajian khusus soal pelaksanaan Otsus di Papua. Jadi kita tidak bisa menuduh dan mangatakan Otsus Papua itu gagal," kata Saut, di Jayapura belum lama ini.

Ia pun mengibaratkan seperti halnya Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK tidak bisa langsung menyebut orang yang melakukan itu adalah tersangka. Karena, hanya dengan putusan hakim saja, barulah status hukum seseorang bisa ditetapkan.

"Sama halnya kita tidak bisa bilang dan menuduh, otsus Papua gagal jika kita belum bisa membuktikannya," ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Lanny Jaya, Papua, Befa Yigibalom mengatakan, pelaksanaan Otsus di Papua berhasil. Hal tersebut dapat dibuktikan karena adanya pembangunan di kabupaten/kota.

Hanya saja diakuinya, bidang ekonomi yang harus menjadi perhatian kedepan. Karena bidang ini sangat rentan dan masyarakat Papua di kampung-kampung sudah sangat cerdas, dan tidak bisa dibodohi.

"Khusus di Lanny Jaya, mulai 2018 pemerintah akan kucurkan dana per Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp1 juta. Kami punya anggaran Otsus sebesar Rp30 miliar akan kami kasih kepada masyarakat, tapi itu semua ada aturan mainnya," kata Yigibalom.

Dirinya menekankan, program yang akan diterapkannya sudah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Untuk itu, dirinya meminta dukungan dari KPK untuk mengawasi.

"Intinya saya bekerja untuk rakyat, tapi kalau saya korupsi silahkan tangkap saya," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPK: Aksi pemberantasan korupsi di kabupaten belum maksimal

Selanjutnya

Penerapan TPP dinilai meningkatkan disiplin ASN

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe