Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pemkab Jayawijaya: Pelajar loyo karena tidak sarapan
  • Sabtu, 03 Maret 2018 — 14:09
  • 756x views

Pemkab Jayawijaya: Pelajar loyo karena tidak sarapan

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyatakan berdasarkan hasil supervisi ke sejumlah sekolah, terungkap bahwa banyak pelajar loyo dan kurang fokus mengikuti pelajaran pada pukul 10.00 WIT ke atas karena tidak sarapan pagi.
Ilustrasi, anak-anak di sebuah SD di Papua – Dok. Jubi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyatakan berdasarkan hasil supervisi ke sejumlah sekolah, terungkap bahwa banyak pelajar loyo dan kurang fokus mengikuti pelajaran pada pukul 10.00 WIT ke atas karena tidak sarapan pagi.

Staf Ahli Bupati Jayawijaya, Paulus Sarira, di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (3/3/2018), mengatakan pelajar yang paling banyak loyo ada di tingkat SD dan SMP.

"Berapa anak yang setiap pagi tidak makan lalu pergi ke sekolah belum didata. Tetapi data yang kita peroleh dari WVI maupun informasi dari para guru bahwa kebanyakan anak-anak menuju sekolah tanpa makan dari rumah, sehingga ketika pukul 10.00 atau 11.00 WIT mereka sudah mulai lemas atau loyo dan fokus terhadap pelajaran mulai berkurang," katanya.

Disebutkan, salah satu faktor penyebab anak-anak tidak sarapan yakni karena orang tua mereka umumnya bekerja sebagai petani meski sebagian sudah tidak rutin lagi mengelola lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghasil komoditas lokal untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sejak dua tahun terakhir, Pemkab Jayawijaya rutin melaksanakan program penyediaan makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS).

"Sebenarnya dalam konteks pemberian makanan tambahan itu harus membantu anak-anak. Cuma karena keterbatasan dana, mungkin tidak setiap hari bisa kita lakukan di sekolah-sekolah," kata Paulus.

Berkurangnya minat petani untuk berkembun, menurut dia, memang menjadi tantangan pemerintah yang perlu disikapi antara lain melalui pemberian pendampingan agar warga terus mengelolah lahan-lahan pertanian yang ada.

"Sekarang ini kebun-kebun sudah berkurang dan ini menjadi tantangan kita. Kami melihat banyak lahan tidur. Bahkan ada keluarga yang sudah membeli bahan makanan dari pasar, bukan lagi mengambil dari kebun tetapi mereka sudah membeli. Berarti ketersediaan kebun ubi jalar itu berkurang," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mau periksa jantung? RSUD Biak sediakan waktu dua hari

Selanjutnya

SD YPPK St Yohanis : terima Bhabinkamtibmas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe