TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Keluarga anggota Polri yang tak lulus seleksi perwira mengadu ke MRP
  • Minggu, 04 Maret 2018 — 08:01
  • 2610x views

Keluarga anggota Polri yang tak lulus seleksi perwira mengadu ke MRP

“Ini informasi dari mereka punya istri yang saya kenal. Mereka kontak saya melaporkan mereka punya keluhan,” kata Kajoi via teleponnya kepada Jubi, Kamis 1 Maret 2018 petang.
Ilustrasi anggota Polda Papua saat apel beberapa waktu lalu di halaman Polda Papua – Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Victor Mambor

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Markus Kajoi mengatakan, ia menerima pengaduan dari pihak keluarga sembilan anggota Polri asli Papua di jajaran Polda Papua yang dinyatakan tidak lulus seleksi perwira dengan sebab tak jelas.

Menurutnya, sembilan orang anggota Polda Papua ini dinyatakan tidak lulus seleksi itu gagal bukan karena tak lolos tes. Namun karena faktor yang tidak jelas.

“Ini informasi dari mereka punya istri yang saya kenal. Mereka kontak saya melaporkan mereka punya keluhan,” kata Kajoi via teleponnya kepada Jubi, Kamis 1 Maret 2018 petang.

Katanya, sembilan orang yang tidak lulus ini semua anak asli Papua. Padahal mereka sudah mengikuti semua tes dari awal hingga akhir dan dinyatakan lolos tes. Namun ketika pengumunan kelulusan, mereka dinyatakan tidak lulus.

Kata Kajoi, justru yang dinyatakan lulus dua orang polisi anak asli Papua lainnya yang awalnya tidak lolos tes psikologi. Keduanya dipanggil kembali dan dinyatakan lulus dengan alasan ada rekomendasi dari Kapolri.

“Keduanya ini sempat bertugas di pengungsian abal-abal di Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika lalu,” ujarnya.  

Anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum, dan keamanan, Laurenzus Kadepa menyesalkan hal itu. Katanya, memang anak Papua harus diprioritaskan tapi tidak harus dengan cara seperti itu.

“Ini tidak adil dan dapat menyebabkan terjadinya perpecahan antara anak Papua sendiri,” kata Kadepa.

Katanya, mestinya harus mengikuti prosedur yang ada. Mereka yang dinyatakan sudah lolos tes dan memenuhi syarat, itulah yang harus diakomodir.

“Jangan yang sudah gugur saat tes, kemudian diluluskan dengan berbagai alasan, itu tidak adil,” ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal ketika dikonfirmasi Jubi tidak memberikan jawaban.

Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim Jubi kepada Kombes Pol Kamal tidak direspon oleh yang bersangkutan. (*)

loading...

Sebelumnya

Polres Mimika usut kasus dugaan korupsi pagar bandara Rp 8,5 miliar

Selanjutnya

Konflik Kwamki Lama tak kunjung beres, John NR Gobai: Hukum positif harus diberlakukan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat