Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator DPRP: Kemana dana Rp 40 miliar untuk subsidi penerbangan?
  • Minggu, 04 Maret 2018 — 14:47
  • 1201x views

Legislator DPRP: Kemana dana Rp 40 miliar untuk subsidi penerbangan?

"Kami tunggu realisasi subsidi itu dari APBD provinsi yang pernah dianggarkan Rp 40 miliar pada 2017. Hingga kini belum dilaksanakan, apa yang menghambat," kata Sinut, Sabtu (3/3/2018).
Pesawat perintis milik salah satu maskapai penerbangan saat mendarat di pedalaman Papua – Jubi/Dok.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Sekretaris Komisi IV DPR Papua (DPRP) bidang perhubungan dan infrastruktur, Sinut Busup, kembali mempertanyakan subsidi penerbangan ke pedalaman Papua yang dianggarkan dalam APBD provinsi 2017 lalu senilai Rp 40 miliar.

"Kami tunggu realisasi subsidi itu dari APBD provinsi yang pernah dianggarkan Rp 40 miliar pada 2017. Hingga kini belum dilaksanakan, apa yang menghambat," kata Sinut, Sabtu (3/3/2018).

Ketika itu kata Sinut, Pemprov Papua meluncurkan (launching) subsidi penerbangan perintis ke pedalaman Papua. Namun karena anggarannya belum ada, DPR Papua mengakomodir dalam APBD perubahan 2017. 

Dirinya berharap, dana subsidi itu segera direalisasikan, karena akan sangat bermanfaat untuk masyarakat di wilayah yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat perintis. Apalagi tambahnya, kini memasuki masa akhir kepemimpinan gubernur Papua periode 2013-2018, yang selesai pada 9 April tahun ini.

"Kini di mana dana itu sekarang. Saya sudah tanyakan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Papua, jawaban dinas, itu dikembalikan ke Bappeda," ujarnya.

Sementara, untuk subsidi dari pemerintah pusat, tahun ini Kementerian Perhubungan menganggarkan Rp 20,6 miliar. Dalam kunjungan kerjanya ke Nabire belum lama ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dana itu untuk subsidi penerbangan perintis dari Bandara Douw Aturure Nabire ke 10 rute di beberapa kabupaten lain di Papua, yakni ke Bandara Monemani, Wagete, Bilorai, Ilu, Ilaga, Sinak, Botawa, Mulia, Wasior, dan Fawi.

"Kabupaten Nabire merupakan lokasi strategis sebagai subsidi perhubungan dari sejumlah bandara, sebagai lalu lintas distribusi barang dan penumpang dari Papua dan luar Papua," kata Budi Karya ketika itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Konflik Kwamki Lama tak kunjung beres, John NR Gobai: Hukum positif harus diberlakukan

Selanjutnya

Warga Asmat akan direlokasi, pemerintah su tra mampu kah?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3120x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1264x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1235x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe