Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Abock Busup: Gusur itu tempat PSK
  • Minggu, 04 Maret 2018 — 21:25
  • 881x views

Abock Busup: Gusur itu tempat PSK

“Banyak laporan dan keluhan masyarakat dengan pengaruh sosial, jadi kita akan pindahkan atau pulangkan mereka, karena selama ini banyak laporan warga dan Gereja bahwa itu sangat meresahkan,” kata Bupati.
Bupati Abock Busup saat membuka pertemuan koordinasi antara Pemerintah Yahukimo dengan semua stake holder untuk menangani pengaruh sosial di daerah itu – Jubi/Piter Lokon.
Piter Lokon
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Yahukimo, Jubi - Bupati Yahukimo Abock Busup perintahkan jajarannya untuk menggusur setiap tempat yang menampung pekerja seks komersial (PSK) di daerah itu, sebagai solusi untuk penyelesaian pengaruh sosial dan penyakit masyarakat yang kerap terjadi.

“Banyak laporan dan keluhan masyarakat dengan pengaruh sosial, jadi kita akan pindahkan atau pulangkan mereka, karena selama ini banyak laporan warga dan Gereja bahwa itu sangat meresahkan,” kata Bupati.

Ia menambahkan akan membentuk Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang akan bersama-sama pemerintah, mengecek langsung tempat yang diduga “warung remang-remang”.

“FKUB itu nanti sama-sama jajaran Pemkab mengecek warung remang-remang yang dijadikan tempat PSK. Sehingga nanti mereka tahu, yang diduga PSK itu agama apa? Agar bisa dilakukan pendekatan keagamaan. Dengan adanya forum tersebut juga bisa dipastikan, kegiatan disana itu berpengaruh sosial tidak. Jika iya, saya minta dihentikan dan dibubarkan,” kata Abock Busup di Dekai, belum lama ini.

Sementara itu Hanis Kambuy Anggota DPRD Yahukimo mengatakan, PSK yang berada di Kali Pontoh saat ini kerap berpindah tempat, sehingga dirinya meminta PSK tersebut segera dipulangkan ke kampung halamannya, agar tidak meresahkan masyarakat. Selain itu, ia juga mengkritisi peran Sat Pol PP yang kurang maksimal dalam menindak PSK tersebut.

“Penyakit itu tidak akan berubah, selalu akan ada terus sehingga kita akan bosan, maka solusinya dipulangkan saja,” kata Hanis.

Dibagian lain, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Yahukimo (PGGY) Atias Matuan mengatakan, persoalan ini harus dibicarakan serius oleh semua pihak, terutama dari pemerintah kabupaten Yahukimo.

“Kita sudah berdoa terus untuk masalah ini, memang harus ada tindakan dari pemerintah. Namun syukur sudah ada tanggapan,” ujarnya.

Kepala Suku Kimyal, Nopius Yalak mengambil tindakan dengan mendatangi langsung tempat-tempat PSK tersebut. Dari data yang dihimpunnya,  terdapat 40 orang PSK yang ada di kota Dekai, dengan lokasi tempat tinggal diantaranya di Jalan Sosial dekat Kali Pontoh, dan Paradiso.

“Selain itu, ada tiga orang bos yang datangkan PSK itu dari Jawa, dan Sulawesi. Satu orang saya sudah ketemu dan ia sudah mengaku, satu orang menyangkal tetapi dari pengakuan PSK itu, menunjuk bahwa satu orang tersebut adalah mucikari atau bosnya. Dan ada juga bos lain di luar kota Dekai.” katanya kepada Jubi di Dekai, Sabtu (3/3/2018). (*)

loading...

Sebelumnya

Nelayan Kamoro butuh bantuan

Selanjutnya

Selesaikan persoalan sosial, Pemkab Yahukimo bentuk FKUB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe