TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Parlemen Irak desak penarikan pasukan asing
  • Senin, 05 Maret 2018 — 08:20
  • 536x views

Parlemen Irak desak penarikan pasukan asing

Koalisi telah melatih 125.000 anggota pasukan keamanan Irak. 22.000 di antaranya merupakan petempur Peshmerga Kurdi, serta membantu merebut kembali hampir sepertiga wilayah Irak dari IS melalui dukungan udara dan logistik.
Ilustrasi tentara Amerika Serikat. Pixabay.com (Creative Common)Jubi
ANTARA
[email protected]
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Baghdad, Jubi - Parlemen Irak, Kamis, mendesak pemerintah menentukan batas waktu bagi penarikan pasukan asing di negara itu untuk membantu Irak memerangi pemberontak IS, kata anggota koalisi berpengaruh di parlemen.

Koalisi pimpinan Amerika Serikat dibentuk pada 2014 dan dukungan pasukan serta kekuatan udara membantu pasukan keamanan Irak serta petempur Suriah pimpinan Kurdi mendepak IS di banyak wilayah Irak dan Suriah, juga menghancurkan kekhalifahan antar-perbatasan bentukan pegaris keras tersebut.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan kemenangan atas IS pada Desember.

IS, sejak itu, berbalik kembali menjalankan pemberontakan secara bergerilya dan terus melancarkan serangan ke sasaran tertentu.

Desakan parlemen Irak itu menggarisbawahi tindakan seimbang yang harus dijalankan Amerika Serikat dan Irak, dua sekutu militer terbesarnya, yang di antara mereka sendiri merupakan musuh bebuyutan.

Tidak ada pasukan reguler Iran di Irak tapi milisi Syiah dukungan Iran yang bersekutu dengan pemerintahan Abadi berada di Irak.

"Parlemen telah melakukan pemungutan suara, (yang menghasilkan) keputusan untuk menyatakan terima kasih kepada negara-negara sahabat atas dukungan mereka dalam mengalahkan IS dan, pada saat yang sama, meminta pemerintah untuk menentukan batas waktu bagi penarikan pasukan asing," kata anggota parlemen Husham al-Suhail kepada Reuters.

"Pengambilan waktu untuk pemungutan suara, yaitu sebelum pemilihan, merupakan pesan dari partai-partai pro-Iran bahwa mereka tidak mau pasukan Amerika berada di Irak selamanya," kata pakar politik Ahmed Younis.

Koalisi telah melatih 125.000 anggota pasukan keamanan Irak. 22.000 di antaranya merupakan petempur Peshmerga Kurdi, serta membantu merebut kembali hampir sepertiga wilayah Irak dari IS melalui dukungan udara dan logistik.

Namun, koalisi itu mendapat kecaman karena jumlah warga yang menjadi korban serangan udara. Setidak-tidaknya, hingga 2018, 841 warga tewas karena serangan tersebut. (*)
 

loading...

Sebelumnya

400.000 orang alami kekerasan dalam perang di Suriah

Selanjutnya

Mantan agen ganda rusia keracunan zat tak dikenal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat