TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Tarik ulur cabang olahraga PON 2020
  • Senin, 05 Maret 2018 — 08:38
  • 589x views

Tarik ulur cabang olahraga PON 2020

Ataukah masih ada peluang-peluang untuk bisa menambah atau bisa mengurangi jumlah cabor.
Yusuf Yambe Yabdi membelakangi (kiri) bersama Suwarno duduk membelakngi (kanan) saat pertemuan terbatas bahas kesiapan PON terkait jumlah cabang olaharaga yang dipertandingkan nanti - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
[email protected]
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Berapa jumlah cabang olahraga (cabor) dipertandingkan di PON XX/2020 Papua, finalnya baru diketahui pada 6 April 2018.

PB PON Papua menggelar pertemuan terbatas bersama KONI Pusat, Senin 26 Februari 2018 di Jakarta. Dipimpin Yusuf Yambe Yabdi bertemu Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno.

Suwarno mengatakan selama ini yang dilakukan dalam kaitan persiapan menuju PON XX/2020 atau kaitannya antara Papua dengan KONI Pusat adalah dipercayakan lewat Yusuf Yambe Yabdi.

Ia menjelaskan terkait dengan rencana sekaligus mendasari berapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Papua yakni mencakup 38 cabor.

“Dasar untuk menentukan 38 cabor bukan keinginan KONI Pusat, tapi berdasarkan kemampuan Papua dalam rangka menyiapkan tempat pertandingan,” jelasnya.

KONI Pusat sejak jauh-jauh hari masih menempatkan 38 cabor ini sebagai jumlah sementara.

Artinya KONI pusat tetap mengikuti bagaimana proses di Papua dengan kesiapan tuan rumah terhadap persiapan 38 cabor yang direncanakan ini, apakah tidak ada perubahan?.

Ataukah masih ada peluang-peluang untuk bisa menambah atau bisa mengurangi jumlah cabor.

Sangat tergantung dari Papua untuk bagaimana kesiapan Papua sendiri dalam menyiapkan segala sesuatu terkait penyelenggaraan multi event empat tahunan ini.

Dari kondisi kekinian tersebut kita berawal dulu dari 38 cabor. Tahapan berikutnya adalah kita memastikan tempat-tempat yang akan digunakan untuk pertandingan nanti, apakah sudah layak dan sesuai standar.

Artinya apakah ukuran, kebutuhan sarana dan lain sebagainya yang paling mengetahui secara teknis adalah langsung dari pengurus pusat atau pengurus besar dari tiap cabor bersangkutan.

Mereka sudah menugaskan orang yang paling berkompeten atau tehnikal delegate (TD). Dimana yang bersangkutan mewakili cabor untuk bagaimana melihat langsung ke lapangan.

Sebagai contoh misalnya GOR Cenderawasih akan digunakan cabor basket, nantinya tehnikal delegate akan melihat kondisi GOR Cenderawasih, apakah pas, cocok, sesuai sesuai standar bola basket ataukah tidak.

“TD akan menentukan disitu. Oh pas, oh kurang. Seandainya kurang seperti apa kurangnya. Kalau pas berarti tinggal penyempurnaan yang lain-lain,” ujarnya.

Karena ini sifatnya PON, maka tempat pertandingan juga harus punya standar yang ditentukan yakni standar nasional dan internasional.

Kalau standar nasional sudah tentu mengikuti standar internasioanl, sebab bukan sekadar sebuah ruangan, tetapi juga diperuntukan buat tempat panitia, tempat untuk penonton, ada ruang ganti, ada toilet dan fasilitas kesehatan di masing-masing tempat pertandingan.

Rencana ini sudah lama, sebenarnya sejak tahun 2017 kita (KONI Pusat) sudah merencanakan ini, karena kita ingin cepat ada kepastian tentang fasilitas yang kira-kira siap untuk digunakan dan jumlahnya sesuai cabor yang dipertandingkan di Papua.

Tetapi sesuatu dan lain hal, akhirnya sampai dengan saat ini belum bisa dilalukan sehingga harapan kita semakin cepat, semakin baik.

Suwarno tegaskan deadline atau batas waktu cabor PON  adalah tanggal 6 April 2018. Bertolak dari pengalaman lalu bila sudah diputuskan dalam rapat anggota tahunan (RAT) KONI, maka tidak bisa ada penambahan lagi.

Seandainya Papua dari 38 cabor ini ada masukan lagi. Baik ada penambahan atau pengurangan cabor. Ya harus dilakukan dengan cepat, agar pelaksanaan itu bisa segera selesai.

"Saya sangat berharap kalau memang ada masukan. Saya tunggu pada minggu keempat bulan Maret, paling lama,” katanya.

Seandainya setelah itu, ada surat masuk lagi. Konsekuensinya Papua harus melakukan rapat bersama seluruh KONI Indonesia untuk membahas usulan tersebut.

KONI Pusat tidak lagi bisa untuk memutuskan sendiri, harus menghadirkan KONI seluruh Indonesia.

"Konsekuensinya kalau mau menambah cabor, berarti pemerintah Papua melalui PB PON siap memberikan semua fasilitas.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan dari 10 cabor yang diusulkan dalam rapat anggota KONI, hanya 7 cabor saja yang disetujui pemerintah provinsi Papua.

“Kita hanya usulkan 7 cabor dan sudah disetujui oleh pemerintah Provinsi Papua, nanti kita juga akan menyurat secara resmi kepada KONI Pusat,” kata Kenius Kogoya kepada wartawan.

Ditanya berapa besar kebutuhan pembiayaan dari penambahan cabor ini, dengan tegas Kenius menyatakan, itu menjadi tanggungjawab PB PON Papua.

“KONI hanya mengusulkan, untuk hitungan kebutuhan pembiayaan cabor menjadi urusan pemerintah dan PB PON,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

PSK bentrok Tunas Muda Hamadi, semifinal pertama Argapura Cup U18

Selanjutnya

Pamor PSK terhenti, Tunas Muda Hamadi melaju ke final

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat